Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Latihan Drone Bilateral Jepang-Prancis Tampilkan Teknologi Tempur Modern

Latihan militer tahunan "Brunet-Takamori" antara Jepang dan Prancis menekankan penggunaan drone tempur dan simulasi pertempuran urban dengan dukungan teknologi Australia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 13.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Latihan Drone Bilateral Jepang-Prancis Tampilkan Teknologi Tempur Modern
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF) dan pasukan marinir Prancis yang berbasis di Kaledonia Baru menggelar latihan militer bersama di wilayah Miyagi, Jepang utara, dalam rangkaian latihan tahunan bernama "Brunet-Takamori". Kegiatan ini menekankan penggunaan sistem drone untuk operasi tempur dan simulasi pertempuran gerilya di lingkungan perkotaan, menunjukkan kemampuan adaptasi strategi modern dalam medan kompleks.

Dalam latihan tersebut, prajurit Jepang menggunakan drone DefendTex Drone40 buatan Australia, salah satu varian munisi loitering yang mampu menghantam sasaran secara presisi. Sistem ini menjadi fokus demonstrasi, menunjukkan integrasi teknologi pertahanan dari negara non-ASEAN dalam kerja sama militer regional. Penggunaan drone dalam skenario lapangan menunjukkan perkembangan signifikan dalam pendekatan pertahanan modern.

Kehadiran Duta Besar Prancis untuk Jepang, Beatrice Le Fraper du Hellen, dalam peninjauan latihan menegaskan komitmen tinggi kedua negara terhadap kerja sama pertahanan. Latihan ini bukan hanya menilai kesiapan operasional, tetapi juga memperkuat kemitraan strategis yang mendorong interoperabilitas antara alat utama sistem senjata kedua negara.

Tujuan utama latihan ini adalah meningkatkan kapasitas kedua pihak dalam menghadapi ancaman kompleks di era digital dan teknologi tinggi. Dengan fokus pada penggunaan drone sebagai alat tempur, latihan menunjukkan transformasi taktik militer yang semakin bergantung pada kecepatan informasi, akurasi, dan fleksibilitas operasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya