Legislasi Era AI Harus Didukung Data Akurat dan Partisipasi Publik
Wakil Ketua MPR RI menekankan pentingnya basis data dan bukti dalam penyusunan regulasi di era kecerdasan buatan, dengan tetap menjaga keamanan, keterbukaan, dan keterlibatan masyarakat.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Penyusunan peraturan di era kecerdasan buatan harus berlandaskan data yang valid dan bukti empiris, bukan sekadar asumsi atau opini semata. Wakil Ketua MPR RI menegaskan bahwa meskipun teknologi AI mampu memproses informasi dalam volume besar dan kecepatan tinggi, hasilnya tetap bergantung pada kualitas data input. Ia menekankan perlunya kebijakan yang didasarkan pada masalah nyata, dengan pendekatan berbasis data sebagai fondasi utama.
Dalam seminar nasional yang membahas penguatan legislasi berbasis data, ia menyampaikan bahwa konsep Satu Data Indonesia bukan berarti semua data harus dikumpulkan di satu pusat, melainkan menekankan keterhubungan antar sistem, standarisasi, dan keamanan informasi. Ketersediaan data yang akurat, terintegrasi, dan aman menjadi prasyarat agar AI dapat memberikan analisis yang mendukung pengambilan keputusan publik yang efektif dan transparan.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai konstitusi, demokrasi, etika, dan perlindungan data pribadi dalam pemanfaatan AI. Teknologi, menurutnya, harus tunduk pada aturan hukum dan prinsip keadilan, bukan sebaliknya. Ia menekankan bahwa keberadaan AI tidak boleh mengurangi ruang partisipasi publik, melainkan harus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses pembentukan kebijakan.
Untuk mewujudkan tata kelola data yang handal, ia mengusulkan lima pilar utama: memastikan data bersih dan benar, menyusun standar data yang valid, mengintegrasikan sistem informasi lintas sektor, memperkuat keamanan data, serta memastikan partisipasi publik yang berkelanjutan dan bermakna. Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi aktif dalam membentuk arah pemanfaatan AI di Indonesia.
Acara yang dihadiri sekitar 350 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini menjadi ruang diskusi mendalam mengenai peluang dan tantangan pemanfaatan data dan AI dalam proses legislasi. Fokus utama adalah bagaimana membangun sistem yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga berkeadilan, terbuka, dan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Xiaomi meluncurkan SUV Skynomad di China dengan teknologi extended-range electric vehicle, menawarkan jangkauan hingga 1.705 km dan berbagai fitur eksklusif untuk segmen keluarga premium.
8 September 2026

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Startup asal Amerika Serikat berencana meluncurkan wahana antariksa ke Alpha Centauri pada 2029, meski perjalanan akan memakan waktu 80 ribu tahun, dengan tujuan menginspirasi generasi mendatang.
8 September 2026

Penguatan Pengawasan MBG Lewat Standar Operasional dan Teknologi
Badan Gizi Nasional memperkuat tata kelola Makan Bergizi Gratis dengan aturan jam kerja ketat, sistem pengawasan digital, dan label batas waktu konsumsi untuk jaminan keselamatan pangan.
8 September 2026

Galaxy S26 FE Unggulkan Kamera Premium dan AI Modern
Samsung meluncurkan Galaxy S26 FE dengan peningkatan kamera dan fitur AI canggih yang mengadopsi teknologi flagship untuk pengalaman konten kreator yang lebih stabil dan cerdas.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


