Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lemigas Siap Kolaborasi Bangun 10.000 Tabung CNG untuk Pengganti LPG 3 kg

Kementerian ESDM mempersiapkan pengadaan 10.000 tabung CNG 3 kg melalui kerja sama dengan badan usaha, setelah uji coba terakhir menyisakan pengujian ketahanan ekstrem.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 15.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Lemigas Siap Kolaborasi Bangun 10.000 Tabung CNG untuk Pengganti LPG 3 kg
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pengadaan 10.000 tabung kompresi gas alam (CNG) berkapasitas 3 kilogram kini masuk tahap penjajakan kerja sama strategis antara Lemigas dan sejumlah badan usaha. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pemanfaatan CNG sebagai alternatif pengganti tabung LPG 3 kg, yang diharapkan dapat meningkatkan akses energi bersih dan menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil cair.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa proses pengadaan tidak dilakukan langsung oleh Lemigas, melainkan melalui kemitraan dengan pelaku industri yang telah terverifikasi. “Saat ini sedang dalam penjajakan badan usaha. Setelah bulan September, kita akan evaluasi kemajuan kerja sama tersebut,” ujarnya dalam pernyataan di Gedung DPR RI.

Pengembangan tabung CNG 3 kg telah menapaki tahap akhir pengujian teknis. Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, hasil evaluasi terakhir menunjukkan bahwa satu langkah terakhir yang harus dilalui adalah uji tembak, yaitu pengujian ketahanan tabung terhadap panas ekstrem hingga mencapai 850 derajat Celsius. “Hanya tinggal uji tembak saja yang belum selesai. Hasilnya menjanjikan, dan kami optimistis produk ini siap diluncurkan dalam waktu dekat,” kata dia.

Uji coba tersebut menjadi penentu kelayakan tabung untuk dipasarkan secara luas, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan alternatif energi rumah tangga yang lebih aman dan terjangkau. Dengan selesainya semua tahapan pengujian, pemerintah berharap CNG 3 kg dapat segera diterapkan sebagai solusi energi berkelanjutan di wilayah terpencil maupun perkotaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya