Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lexus Siap Produksi SUV Listrik di China Mulai 2027

Toyota akan memproduksi SUV listrik Lexus di pabrik baru di Shanghai mulai musim gugur 2024, dengan target produksi awal 1.000 unit per bulan dan peningkatan signifikan hingga 2028.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 16.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Lexus Siap Produksi SUV Listrik di China Mulai 2027
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Toyota Motor mengumumkan rencana produksi generasi terbaru SUV listrik bermerek Lexus di China mulai tahun 2027, sebuah langkah yang menyimpang dari praktik konvensional perusahaan yang selama ini mengembangkan teknologi baru terlebih dahulu di Jepang sebelum memperluas ke pasar global. Keputusan ini mencerminkan penyesuaian strategi terhadap dinamika pasar yang berubah, khususnya di wilayah China yang kini menjadi pusat penggerak pertumbuhan kendaraan listrik dunia.

Produksi akan dilakukan di fasilitas baru milik Toyota di Shanghai, dengan dimulainya operasional pada musim gugur tahun depan. Pada tahun pertama, kapasitas produksi ditargetkan mencapai sekitar 1.000 unit per bulan, kemudian ditingkatkan menjadi puluhan ribu unit per tahun menjelang 2028. Model ini akan dibekali dengan teknologi canggih, termasuk proses gigacasting yang memungkinkan pembentukan komponen bodi aluminium besar dalam satu tahap, mengurangi bobot hingga 20 persen sekaligus meningkatkan kekakuan dan efisiensi perakitan.

Pengembangan kendaraan listrik di China menandai pergeseran strategis dari pendekatan historis Toyota yang selalu memulai inovasi dari Jepang. Bahkan, pada musim semi ini, perusahaan menghentikan pengembangan model coupe listrik generasi baru yang awalnya dirancang di Jepang. Hal ini menunjukkan prioritas baru terhadap permintaan pasar China, yang didukung oleh tren tinggi terhadap SUV listrik dan persaingan ketat dari produsen lokal seperti BYD yang baru meluncurkan model SUV besar pada Juni.

Data riset GlobalData menunjukkan China menyumbang 60 persen dari total penjualan kendaraan listrik global tahun lalu, jauh melampaui Eropa dan AS, dengan proyeksi penjualan mencapai 11,41 juta unit pada 2030. Meski pasar EV di Jepang, Eropa, dan AS menghadapi tantangan, China tetap dipandang sebagai penentu dominasi global di sektor otomotif. Dengan strategi multi-pathway, Toyota berencana mempertahankan dominasi kendaraan hibrida dan bensin di pasar Jepang dan AS, sementara fokus penuh pada pengembangan EV di China.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya