Lima IUP Berpotensi Rp5.400 Triliun Dikaji Ulang
Lima izin usaha pertambangan dengan cadangan terbukti bernilai Rp5.400 triliun sedang dievaluasi secara mendalam oleh pemerintah.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 15.37 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 32x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah melakukan peninjauan terhadap lima izin usaha pertambangan (IUP) yang diduga memiliki cadangan mineral besar, dengan nilai terkini mencapai Rp5,4 triliun atau setara US$300 miliar. Penilaian ini dilakukan berdasarkan data cadangan yang telah diverifikasi melalui standar JORC (Joint Ore Reserves Committee), menunjukkan potensi ekonomi yang signifikan jika dikembangkan secara optimal.
Lokasi kelima IUP tersebut tersebar di wilayah timur Indonesia, mencakup wilayah Nusa Tenggara Barat hingga Papua. Meskipun detail spesifik belum dirilis secara publik, pemerintah menekankan bahwa peninjauan ini bagian dari upaya menyelaraskan pengelolaan sumber daya alam dengan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa kekayaan alam negara harus menjadi tanggung jawab kolektif pemerintah pusat dan daerah. Dalam rapat koordinasi nasional, ia menekankan pentingnya pendekatan bijak dalam pemberian konsesi, khususnya mengingat banyak izin yang telah diberikan tetapi tidak pernah dieksekusi secara nyata selama puluhan tahun.
Prabowo menyoroti praktik spekulatif dalam penyerahan konsesi, di mana sejumlah pihak mengajukan izin tanpa kompetensi teknis atau rencana pengelolaan yang jelas. Ia menekankan bahwa konsesi harus diberikan kepada pelaku usaha yang benar-benar memiliki kapasitas dan komitmen untuk mengembangkan tambang secara bertanggung jawab.
Pemerintah kini memperkuat mekanisme evaluasi untuk memastikan bahwa setiap konsesi tidak hanya menjadi alat spekulasi, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan daerah. Proses ini diharapkan menjadi langkah awal transformasi sistem pertambangan yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

PLN Gelar Diskon Tambah Daya 50% Hingga 4 November
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Filipina Perkuat Perlindungan Pekerja dari Panas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

