Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lima Makam Kuno Jadi Saksi Peradaban Islam di Nusantara

Lima makam kuno di berbagai wilayah Indonesia menjadi bukti sejarah kehadiran dan perkembangan Islam sejak abad ke-11 hingga ke-13, mencerminkan interaksi budaya dan perdagangan lintas benua.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 23.10 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 36x dibuka
Lima Makam Kuno Jadi Saksi Peradaban Islam di Nusantara📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Di kawasan Barus, Tapanuli Tengah, makam Tuan Ambar menjadi saksi bisu dari masa kejayaan pelabuhan internasional yang menjadi jalur perdagangan antara Arab, Persia, India, dan wilayah Asia lainnya. Nisan batu yang menjadi bagian dari kompleks makam menunjukkan kemajuan seni pahat pada masa lampau, serta menjadi indikasi awal masuknya ajaran Islam ke wilayah tersebut melalui jaringan perdagangan.

Di Madiun, kompleks makam Kuncen menjadi pusat sejarah dan keagamaan yang tak lekang oleh waktu. Makam ini dikaitkan dengan Pangeran Timur, tokoh penting yang menjabat sebagai bupati pertama Madiun pada periode 1568–1586. Di kawasan yang sama, berdiri Masjid Kuncen, hasil dari misi dakwah yang dilakukan oleh tokoh tersebut, menandai perpaduan antara kekuasaan politik dan penyebaran ajaran Islam.

Di Gresik, makam Siti Fatimah binti Maimun yang berlokasi di Desa Leran menjadi salah satu situs Islam tertua di Asia Tenggara, berdasarkan data resmi dari pemerintah daerah. Ia dikisahkan lahir pada tahun 1064 M dan datang ke Jawa untuk menyebarkan ajaran Islam. Bangunan cungkup makam yang terbuat dari batu kapur menunjukkan pengaruh arsitektur Hindu-Buddha, mencerminkan proses akulturasi budaya yang terjadi dalam perkembangan Islam di Jawa.

Di Kediri, makam Mbah Wasil atau Syeh Sulaiman Syamsudin Al-Wasil berada di lokasi strategis di pusat kota, menjadi tujuan peziarah dari berbagai daerah. Meski identitas sejarahnya masih menjadi perdebatan—dengan versi yang menyebutkan masa kehidupannya pada abad ke-10 hingga ke-14—sosok ini tetap dikaitkan dengan proses penyebaran Islam di wilayah Kediri.

Di Aceh Utara, makam Sultan Malik Al-Saleh di Desa Beuringin menjadi bukti sejarah awal kekuasaan Islam di Nusantara. Ia dikenal sebagai pendiri Kesultanan Samudera Pasai, yang wafat pada tahun 1297 M. Nisan dari batu sandstone yang dihiasi kaligrafi dan relief menunjukkan kekayaan seni Islam kuno. Makam ini tidak hanya menjadi tempat peristirahatan, tetapi juga simbol eratnya Islam dengan perdagangan internasional di kawasan pesisir utara Sumatera.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya