Low Tuck Kwong Perkuat Kepemilikan Saham Bayan
Direktur Utama Bayan Resources, Low Tuck Kwong, beli kembali 500.000 saham BYAN senilai Rp5,6 miliar, perkuat posisi kepemilikan tanpa ubah kontrol.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 09.23 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 44x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemegang saham utama PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, kembali memperbesar kepemilikannya dengan membeli 500.000 lembar saham biasa pada 13 Oktober 2026. Transaksi dilakukan di pasar sekunder dengan harga Rp11.200 per saham, menelan dana sebesar Rp5,6 miliar. Pembelian ini dilakukan secara langsung dan tidak melibatkan perjanjian pembelian kembali, sesuai laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia.
Setelah transaksi, kepemilikan saham Low Tuck Kwong naik menjadi 3,3167 miliar saham, dari sebelumnya 3,316 miliar saham. Meskipun jumlah saham meningkat, proporsi hak suara tetap stabil di level 9,95%, menunjukkan bahwa perubahan kepemilikan tidak mengubah struktur kontrol perusahaan. Manajemen menyatakan bahwa Low Tuck Kwong tetap berstatus sebagai pengendali dan berkomitmen mempertahankan posisi tersebut.
Sebelumnya, pada periode 14 September hingga 8 Oktober 2026, Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low, menjual sejumlah saham BYAN kepada PT Jhonlin Baratama—entitas milik Haji Isam. Dalam tiga transaksi, total penjualan mencapai 10.084.088.370 saham atau 30,25% kepemilikan. Harga jual yang tercatat pada 8 Oktober 2026 mencapai Rp2.588 per saham, jauh di bawah nilai pasar, sehingga nilai transaksi mencapai Rp26,1 triliun.
Kini, dengan pembelian kembali saham, Low Tuck Kwong menunjukkan kepercayaan terhadap prospek perusahaan meski terjadi perubahan struktur kepemilikan sebelumnya. Langkah ini menjadi indikasi keberlanjutan strategi jangka panjang di tengah dinamika kepemilikan saham yang kini didominasi oleh entitas baru. Tujuan utama transaksi tetap pada investasi jangka panjang, bukan perubahan struktur pengendalian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Anggota BPK RI Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10) di usia 56 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam politik, keuangan negara, dan organisasi keislaman.
25 Oktober 2026

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Presiden Prabowo menegaskan ketahanan ekonomi nasional meski menghadapi tekanan dari MSCI, dengan menekankan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika pasar global.
25 Oktober 2026

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Program binaan Pertamina membantu UMKM tumbuh secara ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial luas melalui pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan pelestarian budaya lokal.
25 Oktober 2026

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gencar tingkatkan literasi dan inklusi keuangan demi akses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Shin Tae-yong Dorong Sistem Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Laswi Heritage Run 2026 Sukses Gagas Gelora Olahraga di Tengah Warisan Kolonial
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

