LPS Siap Jaga Stabilitas Perbankan dengan Strategi Resolusi Terukur
LPS menegaskan langkah tegas dalam menangani bank gagal melalui penilaian potensi bisnis sebelum melakukan intervensi atau likuidasi.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Peran perbankan dalam menopang stabilitas ekonomi nasional menjadi sorotan utama dalam forum keuangan terkini. Menurut anggota Dewan Kebijakan LPS, Dody Zulverdi, bank tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan aset, tetapi juga sebagai penopang pembiayaan usaha dan penggerak sistem pembayaran nasional. Kehadiran lembaga keuangan ini dinilai krusial bagi kelancaran aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Dalam paparannya di Lampung Financial Festival, Dody menekankan bahwa penjagaan terhadap kondisi perbankan menjadi tanggung jawab bersama, terutama ketika terjadi penurunan kinerja akibat manajemen yang buruk. Jika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) gagal memulihkan bank yang bermasalah, LPS siap mengambil alih dengan melakukan penyetoran modal untuk menggantikan pemegang saham lama.
Namun, sebelum melakukan intervensi, LPS melakukan evaluasi menyeluruh terhadap potensi kelangsungan bisnis bank tersebut. Jika model operasional dinilai masih layak dan tidak terkena sengketa hukum, LPS dapat menempatkan modal sementara atau mencari mitra bank lain untuk mengelola operasional sambil diperbaiki secara bertahap.
Sebaliknya, jika bank tidak memiliki prospek pemulihan, LPS berhak melakukan likuidasi sebagai langkah terakhir untuk menjaga sistem keuangan secara keseluruhan. Keputusan ini diambil setelah analisis mendalam terhadap kesehatan keuangan, struktur bisnis, dan dampaknya terhadap ekonomi makro.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


