Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

LRT Jakarta Naikkan Tarif Sosialisasi Rp8, Pramono Targetkan 40 Ribu Penumpang Harian

Gubernur DKI Jakarta menetapkan tarif Rp8 untuk LRT Velodrome-Manggarai selama masa sosialisasi, dengan harapan menarik lebih dari 40 ribu penumpang harian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 12.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
LRT Jakarta Naikkan Tarif Sosialisasi Rp8, Pramono Targetkan 40 Ribu Penumpang Harian
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menetapkan tarif sebesar Rp8 untuk penggunaan layanan LRT rute Velodrome ke Manggarai selama periode sosialisasi. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dilakukan di Balai Kota, dengan harapan menarik minat masyarakat untuk mencoba moda transportasi baru tersebut. Tarif tersebut akan diatur dalam Peraturan Gubernur yang segera diterbitkan sebagai dasar operasional sementara.

LRT Fase 1A yang menghubungkan Kelapa Gading hingga Velodrome telah beroperasi secara penuh dan siap digunakan masyarakat. Namun, pelaksanaan resmi untuk Fase 1B yang menghubungkan Velodrome hingga Manggarai tertunda, meskipun infrastruktur telah selesai. Pemprov DKI menyebut penundaan dilakukan untuk memastikan kesiapan sistem dan pelayanan secara menyeluruh sebelum peluncuran resmi.

Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, optimistis bahwa tarif murah selama masa sosialisasi mampu mendorong tingkat partisipasi penumpang. Ia meyakini bahwa dengan harga terjangkau, lebih dari 40 ribu pengguna dapat memanfaatkan LRT setiap hari. Kenaikan jumlah penumpang ini diharapkan menjadi indikator keberhasilan sistem transportasi massal yang efisien dan ramah lingkungan.

Keberhasilan LRT dalam menarik penumpang juga diharapkan mampu mengurangi beban kendaraan pribadi di ibu kota. Dengan tarif yang rendah selama sosialisasi, pemerintah berharap masyarakat dapat beradaptasi dengan moda transportasi baru, sekaligus membangun kebiasaan berpergian yang lebih berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya