Luky Alfirman Resmi Jabat Wakil Menteri Keuangan dengan Kekayaan Rp52,8 Miliar
Luky Alfirman dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan periode 2026–2029, melaporkan kekayaan total Rp52,8 miliar dalam LHKPN 2025.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Luky Alfirman secara resmi menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam kabinet periode 2026–2029, setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Kamis, 1 Oktober 2026. Ia mengisi posisi bersama dengan Juda Agung yang sebelumnya dilantik, serta Nurkholisoh Ibnu Aman, yang turut menempati jabatan serupa. Sebelumnya, Luky menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, namun dicopot dari jabatan tersebut pada bulan April 2026 oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025, Luky mencatat total kekayaan sebesar Rp52.827.928.569, yang diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 27 Februari 2026. Nilai ini mencerminkan posisi kekayaan per 31 Desember 2025. Komponen terbesar berasal dari kas dan setara kas, senilai Rp23,1 miliar, atau sekitar 43,7% dari total harta. Sisanya berasal dari surat berharga, tanah dan bangunan, serta aset bergerak lainnya.
Surat berharga menyumbang Rp15,0 miliar (28,5%), sedangkan tanah dan bangunan mencapai Rp13 miliar (24,6%). Dari total aset tanah dan bangunan, tercatat tiga properti yang seluruhnya diperoleh secara mandiri. Dua di antaranya berlokasi di Jakarta Selatan, yakni tanah seluas 270 meter persegi dengan bangunan 225 meter persegi bernilai Rp4,5 miliar, serta tanah seluas 846 meter persegi dengan bangunan 300 meter persegi senilai Rp5,5 miliar. Satu aset lainnya berada di Kota Bandung dengan luas 207 meter persegi dan bangunan 113 meter persegi, bernilai Rp3 miliar.
Dalam aset bergerak, Luky melaporkan empat kendaraan bermotor yang semuanya merupakan hasil usaha sendiri. Mobil-mobil tersebut meliputi Toyota Avanza 2023 senilai Rp210 juta, Honda Accord 2013 senilai Rp150 juta, Honda City 2014 senilai Rp130 juta, serta Honda Jazz Minibus 2012 senilai Rp60 juta. Total nilai kendaraan mencapai Rp550 juta. Selain itu, tercatat pula harta bergerak lainnya senilai Rp205 juta dan harta lainnya sebesar Rp938,6 juta.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

China Hentikan Ekspor BBM, Harga Minyak Dunia Melonjak
Penghentian sementara ekspor bahan bakar olahan oleh China selama Oktober memicu lonjakan harga minyak global, menyebabkan ketegangan pasokan di sektor transportasi dan industri.
4 Oktober 2026

428 UMKM Batik Dibina Pertamina untuk Dorong Inklusi dan Kemandirian
Pertamina memperkuat ekosistem batik nasional dengan membina 428 UMKM, termasuk pelaku usaha yang melibatkan penyandang disabilitas, dalam rangka memperluas akses ekonomi dan pelestarian budaya.
4 Oktober 2026

Pemerintah Pertimbangkan Bebaskan Pajak untuk Pekerja Gaji UMP
Pemerintah sedang mengkaji penyesuaian batas PTKP berdasarkan UMP agar pekerja dengan penghasilan setara upah minimum provinsi tidak dikenai pajak penghasilan.
4 Oktober 2026

Indonesia Pertahankan Disiplin Fiskal dengan Aturan Defisit 3% PDB
Menteri Keuangan menegaskan komitmen pemerintah menjaga kredibilitas fiskal melalui konsistensi aturan defisit maksimal 3% PDB dan koordinasi sistemik dengan lembaga keuangan.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Kopilot Flydubai Diduga Lakukan Upaya Teror di Udara
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.30 WITA

88 Perwira Polri Dimutasi Sehari Usai Kapolri Dilantik
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pendidikan Inklusif Jadi Fondasi Madrasah di Tengah Tantangan Modern
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.29 WITA

Rotasi Jabatan Strategis di Polda Metro Jaya
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.28 WITA

Kapolri Ingatkan Pejabat Baru Prioritaskan Adaptasi dan Pelayanan Maksimal
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.28 WITA

Said Aqil Janji Berikan Nasihat Objektif ke Prabowo
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.27 WITA

Kapolri Gelar Mutasi Besar-besaran, 88 Pejabat Naik Jabatan
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.27 WITA

Kapolri Mutasi Besar, 88 Perwira Menengah dan Tinggi Dipindah Tugas
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.27 WITA

