Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Macklemore Dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran Usai Sampaikan Dukungan untuk Palestina

Penyanyi Macklemore dikeluarkan dari tur Ed Sheeran setelah menyampaikan dukungan untuk Palestina di panggung konser, akibat tekanan dari pemilik stadion dan pihak terkait.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Macklemore Dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran Usai Sampaikan Dukungan untuk Palestina📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Macklemore resmi diberhentikan dari tur konser Ed Sheeran setelah menyampaikan pernyataan yang mendukung rakyat Palestina dalam pertunjukan di Amerika Serikat. Pernyataan tersebut dibacakan sebelum penampilan terakhirnya di rangkaian Loop Tour, yang seharusnya melibatkannya dalam delapan dari sepuluh pertunjukan tersisa, termasuk jadwal di Philadelphia pada 19 September. Keputusan penghentian kerja sama tersebut langsung menimbulkan reaksi luas di kalangan publik dan komunitas musik global.

Dalam unggahan resmi di media sosial pada Senin (14/9), Macklemore mengungkapkan bahwa dirinya dikeluarkan dari tur karena tekanan yang berasal dari pemilik stadion, khususnya Robert Kraft, pemilik New England Patriots dan Stadion Gillette di Foxborough. Ia menegaskan bahwa tekanan tersebut muncul karena posisi politik yang disampaikannya di atas panggung, bukan karena tindakan pribadi atau pelanggaran aturan tur.

Ia menekankan bahwa korban dari kebijakan ini bukan dirinya sendiri, melainkan kesempatan untuk menyampaikan pesan kemanusiaan di ruang publik. Ia juga menyatakan bahwa Ed Sheeran dan Pink—yang sebelumnya turut berada dalam tur tersebut—tidak terlibat secara langsung dalam pernyataan yang dibacakan, namun tetap terdampak oleh keputusan tersebut. Menurut Macklemore, pihak-pihak yang mengambil alih tur justru menutup ruang dialog yang seharusnya terbuka.

Dalam pernyataannya, Macklemore menegaskan bahwa keberanian berbicara atas nama yang tak bersuara bukanlah tindakan politik semata, melainkan bentuk tanggung jawab moral. Ia meminta publik untuk tetap memperhatikan kemanusiaan dan keadilan, terlepas dari konteks musik atau industri hiburan. Ia menyebut bahwa kehadiran seni di panggung harus tetap menjadi ruang untuk kebenaran, bukan hanya hiburan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya