Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Macron Kecam Komentar Pemimpin Asing soal Kekerasan di Prancis

Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak keras pernyataan pemimpin asing, termasuk Donald Trump, yang menyalahkan migran dan kelompok ekstremis atas kerusuhan di Prancis, sebut sebagai narasi politik semata.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 12.08 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 45x dibuka
Macron Kecam Komentar Pemimpin Asing soal Kekerasan di Prancis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan kekecewaan mendalam terhadap respons internasional terhadap gelombang kerusuhan yang terjadi di sejumlah kota Prancis, termasuk Paris, Marseille, Lyon, dan Limoges. Ia menegaskan bahwa komentar dari sejumlah pemimpin negara, termasuk mantan Presiden AS Donald Trump, dinilai tidak pantas dan justru memperkeruh situasi. Menurut Macron, pernyataan tersebut tidak didasarkan pada fakta, melainkan merupakan upaya untuk memanfaatkan isu domestik Prancis demi kepentingan kampanye politik lokal maupun internasional.

Macron menekankan bahwa tindakan kekerasan yang muncul pasca-kerusuhan pada 17 Oktober bukanlah akibat dari migrasi atau ancaman Islam ekstremis, melainkan hasil dari ketegangan sosial yang sudah lama mengendap. Ia menyoroti bagaimana narasi yang disebarkan oleh kelompok tertentu justru dimanfaatkan oleh para pemimpin yang sedang dalam masa kampanye, baik di Eropa maupun Amerika Serikat. Menurutnya, hal ini merupakan bentuk manipulasi informasi yang merugikan stabilitas nasional dan menciptakan kesalahpahaman publik.

Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan, Macron secara eksplisit menyebut Trump sebagai salah satu tokoh yang turut menyumbang narasi yang menyesatkan. Ia menegaskan bahwa pernyataan Trump yang menyalahkan migran, jihadis, dan komunis atas kerusuhan merupakan bentuk penyesatan yang tidak berdasar. Menurut Macron, Prancis sudah cukup sibuk menghadapi tantangan internal tanpa harus menerima kritik dari pihak luar yang tidak memahami kompleksitas masalah.

Ia juga menyentil Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang sempat menyebut Prancis tengah mengalami "invasi Islam ekstremis" saat menyusun kampanye pemilu. Namun, para analis menekankan bahwa faktor utama kerusuhan justru berkaitan dengan ketidakpuasan sosial dan ekonomi yang menumpuk selama bertahun-tahun. Macron menegaskan bahwa pemerintah Prancis telah bekerja keras untuk menangani masalah tersebut tanpa mengalihkan kesalahan kepada kelompok tertentu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya