Macron Kecam Komentar Pemimpin Asing soal Kekerasan di Prancis
Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak keras pernyataan pemimpin asing, termasuk Donald Trump, yang menyalahkan migran dan kelompok ekstremis atas kerusuhan di Prancis, sebut sebagai narasi politik semata.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 12.08 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 45x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan kekecewaan mendalam terhadap respons internasional terhadap gelombang kerusuhan yang terjadi di sejumlah kota Prancis, termasuk Paris, Marseille, Lyon, dan Limoges. Ia menegaskan bahwa komentar dari sejumlah pemimpin negara, termasuk mantan Presiden AS Donald Trump, dinilai tidak pantas dan justru memperkeruh situasi. Menurut Macron, pernyataan tersebut tidak didasarkan pada fakta, melainkan merupakan upaya untuk memanfaatkan isu domestik Prancis demi kepentingan kampanye politik lokal maupun internasional.
Macron menekankan bahwa tindakan kekerasan yang muncul pasca-kerusuhan pada 17 Oktober bukanlah akibat dari migrasi atau ancaman Islam ekstremis, melainkan hasil dari ketegangan sosial yang sudah lama mengendap. Ia menyoroti bagaimana narasi yang disebarkan oleh kelompok tertentu justru dimanfaatkan oleh para pemimpin yang sedang dalam masa kampanye, baik di Eropa maupun Amerika Serikat. Menurutnya, hal ini merupakan bentuk manipulasi informasi yang merugikan stabilitas nasional dan menciptakan kesalahpahaman publik.
Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan, Macron secara eksplisit menyebut Trump sebagai salah satu tokoh yang turut menyumbang narasi yang menyesatkan. Ia menegaskan bahwa pernyataan Trump yang menyalahkan migran, jihadis, dan komunis atas kerusuhan merupakan bentuk penyesatan yang tidak berdasar. Menurut Macron, Prancis sudah cukup sibuk menghadapi tantangan internal tanpa harus menerima kritik dari pihak luar yang tidak memahami kompleksitas masalah.
Ia juga menyentil Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang sempat menyebut Prancis tengah mengalami "invasi Islam ekstremis" saat menyusun kampanye pemilu. Namun, para analis menekankan bahwa faktor utama kerusuhan justru berkaitan dengan ketidakpuasan sosial dan ekonomi yang menumpuk selama bertahun-tahun. Macron menegaskan bahwa pemerintah Prancis telah bekerja keras untuk menangani masalah tersebut tanpa mengalihkan kesalahan kepada kelompok tertentu.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Operasi gabungan di Jayapura menyita 10 kilogram ganja, senjata api, dan senjata tajam, serta menangkap 10 orang, termasuk warga negara Papua Nugini.
24 Oktober 2026

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat membatalkan putusan KPPU terhadap 97 penyelenggara pinjaman daring karena dinilai melanggar doktrin tindakan negara dan tidak memenuhi kriteria pasar bersangkutan.
24 Oktober 2026

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Presiden Lee Jae Myung memicu kontroversi dengan mengacu pada respons AI Gemini untuk membela kehadiran kepala lembaga investigasi dalam rapat kabinet, memicu reaksi keras dari oposisi.
24 Oktober 2026

Perlu Kajian Mendalam Usulan Perubahan Definisi Korupsi
Menteri Koordinator Hukum menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap wacana perubahan definisi korupsi yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

