Made in Korea Pecahkan Rekor Anggaran Drama Korea
Serial drama Korea *Made in Korea* resmi menjadi produksi termahal dengan anggaran 70 miliar won untuk dua musim, melampaui rekornya sebelumnya.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Produksi *Made in Korea* mencatatkan angka fantastis dalam sejarah industri hiburan Korea Selatan dengan alokasi dana mencapai 70 miliar won, setara sekitar Rp911 miliar, untuk seluruh durasi dua musim. Angka ini lebih tinggi dibandingkan *Moving* yang diperkirakan membutuhkan 65 miliar won dan *Arthdal Chronicles* dengan anggaran 54 miliar won, menegaskan posisinya sebagai drama terbesar dalam sejarah produksi lokal.
Drama yang menggambarkan dinamika kekuasaan dan korupsi di Korea Selatan pada era 1970-an ini diputar perdana pada 2025. Dibintangi oleh Hyun Bin dan Jung Woo-sung, serial ini sukses besar sebagai konten orisinal terpopuler di Disney+ pada musim pertamanya. Penonton global menunjukkan antusiasme tinggi, meski respons di dalam negeri menunjukkan keberagaman pendapat. Keberhasilan tersebut menjadi dasar ekspektasi besar terhadap musim kedua.
Hyun Bin mengungkapkan perasaan tertekan karena harapan penonton terhadap kelanjutan kisah yang telah menyentuh banyak pihak. Ia menyebut bahwa narasi musim kedua dirancang lebih padat dan alur yang terus mengalir tanpa eksposisi berulang seperti sebelumnya. “Setelah peristiwa dimulai, cerita langsung bergerak maju sebagai satu kesatuan yang utuh. Ini akan memungkinkan penonton merasakan kedalaman cerita secara lebih intens,” ujarnya.
Musim pertama memperlihatkan konflik antara Gi-tae, tokoh taipan ambisius yang memanfaatkan ketegangan politik, dan Geon-young, jaksa yang berjuang melawan ketidakadilan. Di akhir musim, Geon-young dikalahkan dan dipenjara, sementara Gi-tae memperluas pengaruhnya. Sembilan tahun kemudian, hubungan keduanya berubah menjadi dendam pribadi yang menjadi inti cerita musim kedua. Sutradara Woo Min-ho menekankan bahwa penggunaan karakter fiktif memberikan kebebasan kreatif untuk mengeksplorasi tema sistemik tanpa terikat pada fakta historis.
Dengan latar belakang kudeta militer dan pembunuhan Presiden Park Chung-hee pada 1979, serial ini menggabungkan elemen sejarah dan fiksi untuk mencerminkan ambisi manusia dan degradasi sosial. Jung Woo-sung menyebut pendekatan ini memberikan ruang lebih besar dalam memerankan karakter, dibandingkan film-film berlatar peristiwa serupa seperti *The Man Standing Next* atau *12.12: The Day*. Ia menilai *Made in Korea* lebih fleksibel dalam genre dan memungkinkan eksplorasi tema yang lebih luas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


