Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Made in Korea Pecahkan Rekor Anggaran Drama Korea

Serial drama Korea *Made in Korea* resmi menjadi produksi termahal dengan anggaran 70 miliar won untuk dua musim, melampaui rekornya sebelumnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Made in Korea Pecahkan Rekor Anggaran Drama Korea
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Produksi *Made in Korea* mencatatkan angka fantastis dalam sejarah industri hiburan Korea Selatan dengan alokasi dana mencapai 70 miliar won, setara sekitar Rp911 miliar, untuk seluruh durasi dua musim. Angka ini lebih tinggi dibandingkan *Moving* yang diperkirakan membutuhkan 65 miliar won dan *Arthdal Chronicles* dengan anggaran 54 miliar won, menegaskan posisinya sebagai drama terbesar dalam sejarah produksi lokal.

Drama yang menggambarkan dinamika kekuasaan dan korupsi di Korea Selatan pada era 1970-an ini diputar perdana pada 2025. Dibintangi oleh Hyun Bin dan Jung Woo-sung, serial ini sukses besar sebagai konten orisinal terpopuler di Disney+ pada musim pertamanya. Penonton global menunjukkan antusiasme tinggi, meski respons di dalam negeri menunjukkan keberagaman pendapat. Keberhasilan tersebut menjadi dasar ekspektasi besar terhadap musim kedua.

Hyun Bin mengungkapkan perasaan tertekan karena harapan penonton terhadap kelanjutan kisah yang telah menyentuh banyak pihak. Ia menyebut bahwa narasi musim kedua dirancang lebih padat dan alur yang terus mengalir tanpa eksposisi berulang seperti sebelumnya. “Setelah peristiwa dimulai, cerita langsung bergerak maju sebagai satu kesatuan yang utuh. Ini akan memungkinkan penonton merasakan kedalaman cerita secara lebih intens,” ujarnya.

Musim pertama memperlihatkan konflik antara Gi-tae, tokoh taipan ambisius yang memanfaatkan ketegangan politik, dan Geon-young, jaksa yang berjuang melawan ketidakadilan. Di akhir musim, Geon-young dikalahkan dan dipenjara, sementara Gi-tae memperluas pengaruhnya. Sembilan tahun kemudian, hubungan keduanya berubah menjadi dendam pribadi yang menjadi inti cerita musim kedua. Sutradara Woo Min-ho menekankan bahwa penggunaan karakter fiktif memberikan kebebasan kreatif untuk mengeksplorasi tema sistemik tanpa terikat pada fakta historis.

Dengan latar belakang kudeta militer dan pembunuhan Presiden Park Chung-hee pada 1979, serial ini menggabungkan elemen sejarah dan fiksi untuk mencerminkan ambisi manusia dan degradasi sosial. Jung Woo-sung menyebut pendekatan ini memberikan ruang lebih besar dalam memerankan karakter, dibandingkan film-film berlatar peristiwa serupa seperti *The Man Standing Next* atau *12.12: The Day*. Ia menilai *Made in Korea* lebih fleksibel dalam genre dan memungkinkan eksplorasi tema yang lebih luas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya