Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mahasiswa Diminta Jadi Pelopor Anti Narkoba di Kampus

Kepala BNN ajak mahasiswa menjadi agen perubahan dengan membangun budaya kampus bebas narkoba melalui edukasi, kepedulian, dan kolaborasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 01.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Mahasiswa Diminta Jadi Pelopor Anti Narkoba di Kampus
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai pelopor dalam penanggulangan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Dalam kesempatan kuliah umum di salah satu perguruan tinggi di Jakarta, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menekankan bahwa ancaman narkoba terus berkembang dengan modus yang semakin canggih, terutama menyerang kalangan muda. Ia menyoroti tren penggunaan vape yang kini menjadi sarana penyelundupan zat terlarang, dengan data hingga Agustus 2026 menunjukkan 1.716 dari 1.745 sampel cairan vape yang diperiksa mengandung narkotika atau senyawa baru, termasuk etomidate yang mendominasi sebanyak 88,9 persen.

Survei nasional yang melibatkan BNN, BPS, dan BRIN periode 2023–2025 mengungkapkan bahwa prevalensi penyalahgunaan narkotika mencapai 2,11 persen, atau setara 4,15 juta orang usia produktif. Kelompok usia 15–24 tahun menjadi yang paling tinggi tingkat kejadiannya, dengan angka mencapai 2,53 persen. Angka ini menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama dunia pendidikan, untuk segera mengambil langkah strategis dalam mencegah perluasan pengaruh narkoba di lingkungan kampus.

Untuk itu, Kepala BNN menekankan perlunya transformasi budaya kampus menjadi ruang yang aman, sehat, dan berintegritas. Ia menilai kampus bebas narkoba bukan sekadar kebijakan, tetapi hasil dari kesadaran kolektif—termasuk keberanian menolak, saling mengingatkan, serta ketersediaan layanan dukungan bagi yang terdampak. Nilai-nilai Tri Krama Trisakti—takwa, tekun, terampil; asah, asih, asuh; serta satria, setia, sportif—dianggap menjadi fondasi moral yang mampu membentuk karakter mahasiswa yang tangguh terhadap godaan zat terlarang.

Program Ananda Bersinar yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut menjadi wadah konkret untuk mewujudkan visi tersebut, dengan lima pilar utama: pencegahan, pemulihan, pemberdayaan, ketahanan, dan kolaborasi. Suyudi menyampaikan tiga pesan kunci kepada mahasiswa baru: jaga diri, jaga teman, dan jaga kampus. Pesan ini selaras dengan tema PKKMB Universitas Trisakti 2026 yang menekankan inovasi, eksplorasi, dan landasan kearifan lokal. Ia menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud jika generasi muda lahir dalam kondisi fisik dan mental yang sehat, serta bebas dari pengaruh narkoba.

Kolaborasi lintas sektor—pemerintah, kampus, keluarga, masyarakat, dan generasi muda—dipandang sebagai kunci strategis dalam memperkuat ketahanan nasional. Dengan membangun kesadaran bersama dan memanfaatkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan, kontrol sosial, serta calon pemimpin masa depan, diharapkan dapat menekan tren penyalahgunaan zat terlarang secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya