Mahasiswa Gelar Aksi Nasional Tuntut Perbaikan Kebijakan Pemerintah
Ratusan mahasiswa dari berbagai kota menggelar demonstrasi nasional menuntut penanganan karhutla sebagai bencana nasional dan perbaikan layanan publik, dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 17.40 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 22x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Puluhan ribu mahasiswa dari Jakarta hingga Yogyakarta menggelar aksi serentak pada Selasa (20/10) untuk menyoroti kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran dalam dua tahun masa kepemimpinannya. Aksi yang berlangsung di lokasi strategis seperti Tugu Tani dan Patung Kuda menampilkan spanduk dengan tuntutan tegas, termasuk pengakuan atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Massa aksi menegaskan bahwa kegagalan penanganan bencana tersebut telah membawa dampak serius terhadap kesehatan dan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.
Salah satu orator dari koalisi mahasiswa menyatakan bahwa kebijakan pemerintah dinilai lamban dan tidak responsif terhadap krisis lingkungan yang terus berulang. Ia menekankan bahwa upaya pemulihan ekosistem harus segera dilakukan, termasuk mencabut izin perusahaan yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran. Tuntutan ini disertai dengan seruan untuk menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis dan masyarakat yang mengekspresikan pendapat secara damai.
Dalam aksi yang juga melibatkan koalisi masyarakat sipil dan organisasi mahasiswa dari berbagai kampus, lima poin tuntutan utama disampaikan secara terbuka. Selain karhutla, tuntutan mencakup peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, penurunan biaya hidup, perbaikan tata kelola ekonomi, serta pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Salah satu peserta aksi dari BEM IPB mengungkapkan kekecewaannya terhadap kenaikan harga barang yang berdampak langsung pada kesejahteraan mahasiswa, dengan contoh bahwa uang Rp100 ribu kini hanya cukup untuk transportasi dan menonton film.
Demonstrasi di Yogyakarta juga berlangsung dengan protes serupa, melibatkan berbagai organisasi mahasiswa seperti Serikat Mahasiswa UGM, UII Bergerak, dan Front Mahasiswa Nasional. Aksi berupa long march dari Taman Parkir Abu Bakar Ali menuju Titik Nol Kilometer menandai komitmen massa untuk menuntut perubahan sistemik. Dalam rilis resmi, mereka menyoroti naiknya harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak sebagai indikator kegagalan kebijakan ekonomi. Aksi ini diharapkan mampu memicu refleksi mendalam terhadap arah kebijakan publik dalam dua tahun terakhir.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

