Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mahasiswa Gelar Aksi Simbolik Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Sejumlah mahasiswa dari BEM UI akan menggelar aksi demonstrasi di Jakarta untuk menilai kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran setelah dua tahun masa kepemimpinan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 26x dibuka
Mahasiswa Gelar Aksi Simbolik Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pada Selasa, 20 Oktober 2026, puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menyelenggarakan aksi simbolik di kawasan Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari peringatan dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk refleksi terhadap kinerja pemerintahan dalam berbagai aspek, termasuk kebijakan publik, hak asasi manusia, dan keberlangsungan demokrasi.

Aksi yang dimulai pukul 09.00 WIB di Tugu Proklamasi akan dilanjutkan dengan long march menuju Tugu Tani pada pukul 15.00 WIB. Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, menyatakan bahwa aksi tersebut bukan sekadar bentuk protes, melainkan upaya untuk menyampaikan aspirasi yang telah dikumpulkan selama periode pemerintahan tersebut. Ia menegaskan bahwa mahasiswa akan menyampaikan tuntutan yang mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap berbagai isu strategis yang belum mendapatkan penyelesaian optimal.

Aksi ini juga melibatkan aliansi pergerakan mahasiswa dari berbagai kampus serta jaringan organisasi masyarakat sipil lainnya. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa gerakan yang digelar bukan hanya mewakili satu institusi, tetapi merupakan bentuk kesadaran kolektif terhadap dinamika politik dan sosial di tingkat nasional. Yatalathof menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengawal akuntabilitas pemerintah dan menekan praktik yang dinilai merugikan kepentingan rakyat.

Tujuan utama dari aksi ini adalah untuk mendorong transparansi, responsivitas, dan akuntabilitas dalam pemerintahan, serta menuntut penyelesaian berbagai isu yang telah menjadi sorotan publik selama dua tahun terakhir. Dengan pendekatan yang terstruktur dan berbasis data, mahasiswa berharap dapat menjadi mitra strategis dalam membangun sistem demokrasi yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya