Mahasiswa Rancang Kebijakan Inovatif Atasi Polusi Udara
Mahasiswa dari berbagai kampus menghadirkan solusi kebijakan konkret untuk mengendalikan polusi udara di kawasan perkotaan melalui kompetisi kebijakan nasional.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 11.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sejumlah tim mahasiswa dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia menghadirkan rekomendasi kebijakan terstruktur untuk menangani krisis kualitas udara perkotaan dalam ajang Biru Voices: Clean Air Policy Competition 2026. Kompetisi yang digelar di Jakarta ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengolah data, analisis kebijakan, dan memadukan pendekatan teknis dengan kebutuhan sosial dalam menyusun solusi berkelanjutan. Paparan dilakukan di hadapan dewan juri yang kompeten, mencerminkan tingginya kualitas dan kedalaman pemikiran yang ditampilkan oleh peserta.
Dalam sesi penilaian, para finalis menunjukkan kemampuan menyusun kebijakan berbasis bukti yang mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan tata ruang. Mereka memaparkan pendekatan yang tidak hanya menyoroti permasalahan, tetapi juga menawarkan mekanisme implementasi nyata, termasuk insentif fiskal, pengawasan emisi berbasis data, dan penataan ruang berkelanjutan. Keterlibatan juri dari berbagai sektor—dari lembaga legislatif hingga lembaga riset—menunjukkan bahwa hasil kompetisi dianggap relevan dan dapat menjadi bahan pertimbangan kebijakan publik.
Tim dari Politeknik Keuangan Negara STAN keluar sebagai pemenang pertama dengan gagasan “Dual Track Decarbonization: Menata Insentif dan Disinsentif Pengendalian Polusi Udara di Jabodetabek”. Solusi mereka menekankan perlunya pendekatan ganda—mendorong aktivitas ramah lingkungan melalui insentif dan menekan emisi berbahaya melalui sanksi fiskal—dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan infrastruktur di wilayah Jabodetabek. Pendekatan ini dianggap mampu memperkuat efektivitas regulasi yang selama ini terbatas pada sanksi semata.
Juara kedua diraih oleh tim APPA dari Institut Teknologi Bandung dengan rekomendasi “Pengendalian Emisi Industri Berbasis Data dan Penataan Ruang di Cekungan Bandung”. Gagasan ini menyoroti keterbatasan pengelolaan emisi industri di wilayah yang terjebak dalam cekungan alam, di mana polutan sulit terdispersi. Mereka menyarankan pemanfaatan sistem pemantauan berbasis data real-time dan penataan kawasan industri yang memperhatikan faktor topografi, sebagai langkah strategis dalam memperbaiki kualitas udara jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


