Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Makan Tengah Malam Picu Gangguan Pencernaan dan Gangguan Tidur

Kebiasaan makan larut malam, terutama dalam porsi besar, dapat mengganggu metabolisme, memicu refluks asam, dan mengganggu kualitas tidur karena tubuh tetap aktif mencerna makanan saat seharusnya beristirahat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 02.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Makan Tengah Malam Picu Gangguan Pencernaan dan Gangguan Tidur
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kebiasaan mengonsumsi makanan di tengah malam, terutama jika dilakukan secara rutin, berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Ahli diet menekankan bahwa waktu optimal untuk makan malam berada antara pukul 17.00 hingga 19.00, atau paling lambat tiga jam sebelum tidur. Ketika makan terlalu dekat dengan jam tidur, proses pencernaan yang seharusnya melambat justru tetap aktif, mengganggu ritme alami tubuh yang disebut sirkadian.

Pada malam hari, aktivitas sistem pencernaan secara alami menurun. Makanan yang dikonsumsi terlambat, terutama dalam jumlah besar, dapat menyebabkan pergerakan usus melambat, berisiko menimbulkan kembung, nyeri perut, dan gangguan buang air besar. Selain itu, berbaring segera setelah makan memperbesar kemungkinan asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan gejala seperti heartburn atau refluks asam.

Kondisi ini diperparah oleh pilihan makanan yang cenderung tidak sehat saat lapar di malam hari. Orang yang makan tengah malam sering kali tidak selektif, memilih makanan instan, cepat saji, atau camilan olahan karena ketersediaan dan kepraktisan. Pola ini, jika berlangsung terus-menerus, dapat menyebabkan asupan kalori melebihi kebutuhan harian, berkontribusi pada kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2.

Ahli gizi menambahkan bahwa makan larut malam juga dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang bertahap, terutama jika makanan yang dikonsumsi tinggi gula atau karbohidrat sederhana. Ketidaknyamanan seperti perut kembung atau rasa panas di dada saat berbaring dapat mengganggu tidur, mengurangi kualitas istirahat. Untuk menghindarinya, disarankan memilih camilan ringan yang mudah dicerna, seperti yoghurt dengan buah, keju dengan biskuit gandum, atau roti gandum dengan selai kacang, bukan makanan olahan atau minuman manis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya