Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Malaysia Gagalkan Rekor Kemenangan Indonesia di Kualifikasi U-20 Asia

Timnas Indonesia U-20 gagal meraih kemenangan pertama dalam sejarah kualifikasi Piala Asia U-20 sejak 2014 setelah ditahan imbang 0-0 oleh Malaysia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Malaysia Gagalkan Rekor Kemenangan Indonesia di Kualifikasi U-20 Asia
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Timnas Indonesia U-20 gagal mempertahankan rekor kemenangan perdana dalam sejarah kualifikasi Piala Asia U-20 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia pada laga pembuka Grup H. Laga yang berlangsung Senin (31/8) menunjukkan dominasi atas tim tamu, namun serangan yang diperagakan tidak mampu berbuah gol. Pelatih Nova Arianto menempatkan strategi menyerang sejak menit awal, dengan tekanan berkelanjutan di lini tengah dan sisi sayap.

Bahkan dalam beberapa momen, Indonesia memiliki peluang berharga. Pada menit ke-79, Irpan Abadi nyaris mencatatkan nama di papan skor setelah menyundul bola hasil tendangan kiper Malaysia yang tidak sempurna. Namun bola melejit di atas mistar gawang yang kosong, menggagalkan peluang emas. Sebelumnya, Welder Jardim dan Irpan Abadi juga sempat mengancam gawang lawan, namun penjaga gawang Faez Iqhwan tampil solid dan mampu menghalau semua tendangan.

Sejak 2014 hingga 2025, Indonesia selalu meraih kemenangan dalam laga pertama kualifikasi Piala Asia U-20. Pada edisi 2014, tim mengalahkan Laos 4-0. Pada 2018, menang telak atas Brunei Darussalam. Di 2023, menghancurkan Timor Leste dengan skor 4-0, dan pada 2025, mengalahkan Maladewa dengan skor sama. Kemenangan ini kini berakhir, sekaligus menuntut perbaikan strategi dan mentalitas untuk laga kedua melawan tuan rumah Laos, yang digelar Kamis (3/9).

Kekalahan tak terjadi, namun hasil imbang mengubah dinamika perjalanan tim. Kini, Indonesia harus memburu kemenangan pertama dalam kompetisi ini guna memperkuat posisi di klasemen Grup H. Pelatih Nova Arianto menekankan pentingnya konsistensi dan akurasi finishing di lini depan, menyadari bahwa dominasi permainan tidak cukup tanpa konversi menjadi gol.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya