Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mamografi Bantu Deteksi Jantung Koroner dengan Bantuan Kecerdasan Buatan

Studi global menunjukkan mamografi yang dilengkapi AI mampu mendeteksi penyakit jantung koroner, stroke, dan hipertensi pada perempuan melalui data pencitraan rutin.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Mamografi Bantu Deteksi Jantung Koroner dengan Bantuan Kecerdasan Buatan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemeriksaan mamografi yang biasa digunakan untuk mendeteksi kanker payudara kini menunjukkan potensi baru dalam mendeteksi penyakit kardiovaskular pada perempuan. Dengan dukungan algoritma kecerdasan buatan, prosedur yang sudah lazim dilakukan secara rutin dapat mengidentifikasi tanda awal gangguan jantung koroner, stroke, dan hipertensi tanpa perlu prosedur tambahan. Temuan ini dihasilkan dari penelitian lintas disiplin yang melibatkan ilmuwan dari Universitas Tel Aviv dan dipresentasikan dalam pertemuan tahunan European Society of Cardiology.

Penelitian yang melibatkan data dari 29.921 perempuan dengan rata-rata usia 54 tahun menunjukkan bahwa informasi dari mamografi bisa digunakan untuk menganalisis risiko penyakit kardiovaskular. Data klinis seperti riwayat obat, rekam medis, dan hasil pencitraan lainnya dikombinasikan dengan analisis AI untuk memprediksi keberadaan kondisi tersebut. Hasil menunjukkan tingkat akurasi cukup tinggi, dengan skor AUROC mencapai 0,79 untuk hipertensi, 0,78 untuk penyakit jantung iskemik, dan 0,86 untuk stroke — angka yang menunjukkan kemampuan pemisahan yang signifikan dibandingkan tebakan acak.

Salah satu peneliti utama, Viana Copeland, menekankan pentingnya pendekatan deteksi dini karena penyakit kardiovaskular tetap menjadi penyebab utama kematian perempuan global, namun sering kali terlewatkan dalam diagnosis. Banyak wanita baru mencari perawatan saat gejala sudah parah, meskipun mereka secara rutin menjalani skrining kanker payudara. Dengan memanfaatkan momen kunjungan medis yang sudah terjadwal, teknologi ini memungkinkan deteksi ganda dalam satu prosedur, tanpa menambah beban atau biaya.

Gejala serangan jantung pada perempuan sering kali berbeda dari laki-laki, termasuk rasa tidak nyaman di dada, nyeri menjalar ke lengan atau rahang, mual, keringat dingin, sesak napas, atau perasaan cemas tiba-tiba. Karena gejala-gejala tersebut bisa disalahartikan sebagai gangguan pencernaan atau stres, deteksi dini menjadi kunci. Dengan memanfaatkan data mamografi yang sudah ada, AI membantu mengidentifikasi pola risiko yang sebelumnya tidak terdeteksi, membuka peluang besar bagi pencegahan primer dalam pelayanan kesehatan perempuan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya