Mantan Menkeu Sri Lanka Ditangkap karena Korupsi Gaji Pribadi
Mantan Menteri Keuangan Sri Lanka, Ravi Karunanayake, ditangkap atas dugaan penyalahgunaan dana negara untuk membayar gaji tiga pegawai yang sebenarnya bekerja untuk kepentingan pribadinya.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 21.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Mantan Menteri Keuangan Sri Lanka, Ravi Karunanayake, telah ditahan setelah proses pemeriksaan panjang oleh lembaga antikorupsi nasional, Commission to Investigate Allegations of Bribery or Corruption (CIABOC). Penangkapan ini menandai langkah tegas dalam upaya pemberantasan korupsi yang kini digalakkan oleh pemerintahan Presiden Anura Kumara Dissanayake sejak 2024. Karunanayake, yang pernah menjabat di era mantan presiden Ranil Wickremesinghe, diduga menggunakan anggaran negara untuk membiayai tiga orang yang secara resmi terdaftar sebagai pegawai National Lotteries Board (NLB), tetapi dalam kenyataannya melakukan tugas di luar fungsi resmi lembaga tersebut.
Menurut sumber dari CIABOC yang meminta anonimitas, tiga individu tersebut diberi gaji dari dana NLB meski tidak menjalankan tugas terkait lotere atau program sosial yang menjadi fokus lembaga pemerintah tersebut. Kegiatan mereka justru terkait urusan pribadi mantan menteri, termasuk pengelolaan administrasi pribadi dan kegiatan lain yang tidak relevan dengan tugas NLB. Kasus ini menjadi bagian dari serangkaian operasi penegakan hukum terhadap mantan pejabat tinggi yang diduga menyalahgunakan posisi dan kekuasaan.
Penangkapan Karunanayake tidak berdiri sendiri. Pada awal Agustus 2026, mantan Menteri Kesehatan Sri Lanka, Keheliya Rambukwella, juga telah ditangkap karena terlibat dalam pencurian batu sakral berusia abad dari istana raja Sinhala terakhir. Peristiwa tersebut terjadi di tengah krisis kesehatan yang mengguncang negara setelah Sri Lanka gagal membayar utang luar negerinya senilai US$46 miliar pada April 2022. Krisis tersebut memicu kelangkaan obat-obatan, inflasi tinggi, dan kerusuhan sosial yang mengguncang stabilitas politik.
Di samping itu, seluruh anggota keluarga dekat mantan Presiden Mahinda Rajapaksa kini tengah menjalani proses hukum terkait dugaan kasus pencucian uang, suap, dan bahkan pembunuhan. Penyelidikan ini menunjukkan bahwa upaya pembersihan sistem politik dan ekonomi di Sri Lanka kini meluas ke seluruh lapisan kekuasaan, termasuk kalangan elit yang sebelumnya dianggap kebal hukum.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Aktivitas pengambilan gambar dan syuting di kawasan Gunung Bromo ditangguhkan sementara demi mencegah kebakaran lahan akibat musim kemarau ekstrem.
9 September 2026

Eks Ketua DPR Filipina Ditangkap Terkait Skandal Korupsi Rp2,1 Triliun
Mantan Ketua DPR Filipina, sepupu presiden, ditangkap karena dugaan korupsi proyek infrastruktur senilai 7,44 miliar peso (Rp2,1 triliun) selama periode 2022–2025.
9 September 2026

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Empat karya seni Renoir hilang dari museum di Cagnes-sur-Mer, dua di antaranya telah ditemukan kembali dalam penyelidikan yang masih berlangsung.
9 September 2026

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Seorang warga asing asal Arab Saudi mengalami penusukan di Mayfair, London, dalam insiden percobaan perampokan yang tidak mengancam jiwa.
9 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Pabrik BYD Subang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Tak Turun Langsung
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


