Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mantan Menkeu Sri Lanka Ditangkap karena Korupsi Gaji Pribadi

Mantan Menteri Keuangan Sri Lanka, Ravi Karunanayake, ditangkap atas dugaan penyalahgunaan dana negara untuk membayar gaji tiga pegawai yang sebenarnya bekerja untuk kepentingan pribadinya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 21.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Mantan Menkeu Sri Lanka Ditangkap karena Korupsi Gaji Pribadi
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Mantan Menteri Keuangan Sri Lanka, Ravi Karunanayake, telah ditahan setelah proses pemeriksaan panjang oleh lembaga antikorupsi nasional, Commission to Investigate Allegations of Bribery or Corruption (CIABOC). Penangkapan ini menandai langkah tegas dalam upaya pemberantasan korupsi yang kini digalakkan oleh pemerintahan Presiden Anura Kumara Dissanayake sejak 2024. Karunanayake, yang pernah menjabat di era mantan presiden Ranil Wickremesinghe, diduga menggunakan anggaran negara untuk membiayai tiga orang yang secara resmi terdaftar sebagai pegawai National Lotteries Board (NLB), tetapi dalam kenyataannya melakukan tugas di luar fungsi resmi lembaga tersebut.

Menurut sumber dari CIABOC yang meminta anonimitas, tiga individu tersebut diberi gaji dari dana NLB meski tidak menjalankan tugas terkait lotere atau program sosial yang menjadi fokus lembaga pemerintah tersebut. Kegiatan mereka justru terkait urusan pribadi mantan menteri, termasuk pengelolaan administrasi pribadi dan kegiatan lain yang tidak relevan dengan tugas NLB. Kasus ini menjadi bagian dari serangkaian operasi penegakan hukum terhadap mantan pejabat tinggi yang diduga menyalahgunakan posisi dan kekuasaan.

Penangkapan Karunanayake tidak berdiri sendiri. Pada awal Agustus 2026, mantan Menteri Kesehatan Sri Lanka, Keheliya Rambukwella, juga telah ditangkap karena terlibat dalam pencurian batu sakral berusia abad dari istana raja Sinhala terakhir. Peristiwa tersebut terjadi di tengah krisis kesehatan yang mengguncang negara setelah Sri Lanka gagal membayar utang luar negerinya senilai US$46 miliar pada April 2022. Krisis tersebut memicu kelangkaan obat-obatan, inflasi tinggi, dan kerusuhan sosial yang mengguncang stabilitas politik.

Di samping itu, seluruh anggota keluarga dekat mantan Presiden Mahinda Rajapaksa kini tengah menjalani proses hukum terkait dugaan kasus pencucian uang, suap, dan bahkan pembunuhan. Penyelidikan ini menunjukkan bahwa upaya pembersihan sistem politik dan ekonomi di Sri Lanka kini meluas ke seluruh lapisan kekuasaan, termasuk kalangan elit yang sebelumnya dianggap kebal hukum.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya