Masker Efektif Lindungi Pernapasan Saat Abu Vulkanik Mencemari Udara
Masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disarankan gunakan masker untuk menghindari iritasi saluran napas, dengan N95 sebagai pilihan terbaik meski terbatas aksesnya.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak malam Jumat (4/9) telah menyebar hingga ke wilayah Bengkulu dan Jabodetabek, mengganggu aktivitas harian masyarakat. Partikel halus yang terbang di udara tidak hanya menutupi bangunan tetapi juga menyebabkan iritasi mata dan gangguan pernapasan saat berada di luar ruangan. Kondisi ini memerlukan tindakan pencegahan, terutama bagi yang harus beraktivitas di luar rumah.
Dalam situasi seperti ini, penggunaan masker menjadi langkah penting untuk melindungi sistem pernapasan. Dokter spesialis paru menekankan bahwa abu vulkanik mengandung partikel halus bersifat korosif dan iritatif, yang dapat merusak jaringan pernapasan jika terhirup dalam waktu lama. Dari berbagai jenis masker, N95 dinilai paling efektif karena mampu menyaring hingga 95 persen partikel berbahaya, termasuk debu mikro yang berukuran kecil. Rekomendasi ini juga didukung oleh lembaga kesehatan internasional seperti CDC.
Namun, karena keterbatasan pasokan dan prioritas penggunaan bagi tenaga medis serta petugas darurat, masyarakat umum disarankan memilih alternatif yang lebih tersedia. Masker bedah atau surgery mask menjadi pilihan praktis, meskipun efisiensinya sekitar 65 persen dalam menyaring partikel. Meski tidak seefektif N95, masker ini mudah ditemukan dan cukup efektif untuk melindungi dari partikel berukuran 10 mikron yang berbahaya. Penggunaannya perlu rutin diganti agar tetap bersih dan efektif.
Sebagai upaya sementara, penggunaan kain basah bukanlah solusi ideal sebagai masker. Meskipun bisa digunakan untuk menutup ventilasi rumah agar debu tidak masuk, kain basah tidak disarankan untuk dipakai di wajah dalam waktu lama karena dapat menjadi tempat berkembang biak kuman akibat kelembapan. Oleh karena itu, masyarakat diminta mempersiapkan perlengkapan pelindung yang sesuai dan terjaga kebersihannya saat beraktivitas di luar ruangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


