Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Masker Efektif Lindungi Pernapasan Saat Abu Vulkanik Mencemari Udara

Masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disarankan gunakan masker untuk menghindari iritasi saluran napas, dengan N95 sebagai pilihan terbaik meski terbatas aksesnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Masker Efektif Lindungi Pernapasan Saat Abu Vulkanik Mencemari Udara
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak malam Jumat (4/9) telah menyebar hingga ke wilayah Bengkulu dan Jabodetabek, mengganggu aktivitas harian masyarakat. Partikel halus yang terbang di udara tidak hanya menutupi bangunan tetapi juga menyebabkan iritasi mata dan gangguan pernapasan saat berada di luar ruangan. Kondisi ini memerlukan tindakan pencegahan, terutama bagi yang harus beraktivitas di luar rumah.

Dalam situasi seperti ini, penggunaan masker menjadi langkah penting untuk melindungi sistem pernapasan. Dokter spesialis paru menekankan bahwa abu vulkanik mengandung partikel halus bersifat korosif dan iritatif, yang dapat merusak jaringan pernapasan jika terhirup dalam waktu lama. Dari berbagai jenis masker, N95 dinilai paling efektif karena mampu menyaring hingga 95 persen partikel berbahaya, termasuk debu mikro yang berukuran kecil. Rekomendasi ini juga didukung oleh lembaga kesehatan internasional seperti CDC.

Namun, karena keterbatasan pasokan dan prioritas penggunaan bagi tenaga medis serta petugas darurat, masyarakat umum disarankan memilih alternatif yang lebih tersedia. Masker bedah atau surgery mask menjadi pilihan praktis, meskipun efisiensinya sekitar 65 persen dalam menyaring partikel. Meski tidak seefektif N95, masker ini mudah ditemukan dan cukup efektif untuk melindungi dari partikel berukuran 10 mikron yang berbahaya. Penggunaannya perlu rutin diganti agar tetap bersih dan efektif.

Sebagai upaya sementara, penggunaan kain basah bukanlah solusi ideal sebagai masker. Meskipun bisa digunakan untuk menutup ventilasi rumah agar debu tidak masuk, kain basah tidak disarankan untuk dipakai di wajah dalam waktu lama karena dapat menjadi tempat berkembang biak kuman akibat kelembapan. Oleh karena itu, masyarakat diminta mempersiapkan perlengkapan pelindung yang sesuai dan terjaga kebersihannya saat beraktivitas di luar ruangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya