Masyarakat Lingkar Tambang Desak ESDM Terbitkan RKAB Cinta Jaya
Masyarakat di wilayah lingkar tambang Mandiodo Konut mendesak Kementerian ESDM segera terbitkan RKAB PT Cinta Jaya untuk mencegah kegagalan ekonomi lokal.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 19.41 WITA·👁 11 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibukaKendari, ıNarasikita - Kegiatan pertambangan di wilayah Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara, kini terhambat akibat belum diterbitkannya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh PT Cinta Jaya. Kondisi ini telah menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat yang bergantung pada sektor pertambangan sebagai sumber pendapatan utama. Tanpa RKAB, aktivitas operasional perusahaan terhenti, berdampak langsung pada perputaran ekonomi dan stabilitas kehidupan sehari-hari warga sekitar.
Gerakan Anti Korupsi Sulawesi Tenggara (Gerak Sultra) menyoroti persoalan ini sebagai ancaman multidimensi terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. Ketua Gerak Sultra, Wiwin Saputra, menyatakan bahwa keberlangsungan operasional perusahaan bukan hanya soal legalitas, tetapi juga keterkaitan erat dengan keberlangsungan kehidupan ratusan keluarga di sekitar lokasi tambang. Ia menekankan bahwa penundaan RKAB berpotensi memicu penurunan pendapatan UMKM, pengurangan lapangan kerja, serta melemahnya aktivitas perdagangan dan jasa di kawasan tersebut.
Wiwin menekankan bahwa masyarakat tidak menolak regulasi, melainkan meminta kejelasan dan kebijakan yang mempertimbangkan keseimbangan antara aspek hukum dan kesejahteraan rakyat. Ia menyerukan agar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera meninjau kembali status RKAB PT Cinta Jaya dan memberikan keputusan yang dapat memulihkan kepercayaan serta menjaga stabilitas ekonomi lokal. Menurutnya, ketidakjelasan ini berisiko memperparah krisis ekonomi jika tidak segera ditangani.
Dalam pernyataannya, Gerak Sultra menegaskan bahwa pemerintah harus mampu mengambil langkah strategis yang tidak hanya mengedepankan aspek legalitas, tetapi juga responsif terhadap dampak sosial yang muncul. Solusi yang diberikan harus memastikan bahwa keberlanjutan ekonomi masyarakat tidak diabaikan, meskipun dalam kerangka aturan yang ketat. Pemerintah diminta mengambil inisiatif untuk memastikan RKAB segera diproses tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uji Lapangan HD785-7 Hybrid EREV Dimulai di Pertambangan Indonesia
Uji lapangan alat berat hybrid EREV Komatsu dilakukan di lokasi pertambangan milik anak usaha United Tractors untuk mengukur efisiensi dan kinerja teknologi elektrifikasi.
24 Oktober 2026

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

Honda ADV160 Uji Ketangguhan di Jalur Menantang
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

