Mayoritas Perusahaan Indonesia Masih Tangani Gangguan IT Secara Reaktif
Banyak perusahaan di Indonesia masih mengandalkan pendekatan reaktif dalam menangani gangguan sistem, menyebabkan tim IT terjebak dalam penanganan insiden daripada fokus pada inovasi jangka panjang.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 15.35 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sejumlah organisasi di Indonesia masih dominan menggunakan strategi responsif dalam menghadapi gangguan sistem teknologi informasi. Pendekatan ini berupa tindakan penyelesaian setelah insiden terjadi, bukan pencegahan sebelumnya. Menurut praktisi IT, hal ini menunjukkan kematangan operasional teknologi yang belum merata, sehingga tim IT kerap menghabiskan waktu untuk menangani kegagalan sistem daripada membangun solusi strategis.
Kondisi ini menciptakan siklus yang melelahkan, di mana tim teknis terus berada dalam posisi defensif. Akibatnya, peluang untuk mewujudkan rencana pengembangan infrastruktur, inovasi produk, atau ekspansi digital terhambat. Selain itu, masih banyak manajemen yang memandang IT sebagai bagian pendukung, bukan sebagai pilar utama pertumbuhan bisnis. Perubahan persepsi ini dinilai krusial agar investasi dalam sistem yang tangguh dan proaktif dapat diterima secara strategis.
Kompleksitas lingkungan IT menjadi salah satu penghambat utama transformasi ke model proaktif. Banyak perusahaan menggunakan berbagai platform dari vendor berbeda, masing-masing memiliki antarmuka dan laporan yang tidak terintegrasi. Hal ini memaksa tim IT harus melakukan analisis manual secara terpisah, yang tidak efisien dan rentan terhadap kesalahan. Proses ini justru memperpanjang waktu deteksi dan respon terhadap potensi kegagalan.
Pemahaman yang keliru tentang ketahanan sistem juga turut memperparah kondisi. Banyak organisasi menganggap bahwa keberadaan sistem backup sudah cukup untuk menjaga kelangsungan operasional. Padahal, proses pemulihan dari backup memerlukan waktu yang signifikan—mulai dari beberapa jam hingga beberapa minggu—yang dapat menyebabkan kerugian finansial dan merusak kepercayaan pelanggan.
Untuk menghindari risiko downtime yang berkepanjangan, diperlukan pendekatan yang lebih dini dan berbasis prediksi. Perusahaan harus mampu mengidentifikasi pola anomali atau tanda-tanda kegagalan sebelum terjadi. Dengan begitu, tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih awal, mengurangi dampak negatif terhadap operasional, keuangan, dan kredibilitas bisnis. Solusi yang berkelanjutan harus dibangun dari fondasi mindset yang mengakui nilai strategis dari teknologi informasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

