MBG Capai 57 Juta Penerima, Anggaran Tembus Rp153,2 Triliun
Program Makan Bergizi Gratis menjangkau 57 juta penerima manfaat hingga akhir September 2026 dengan realisasi anggaran Rp153,2 triliun, didukung perbaikan tata kelola dan peningkatan standar kebersihan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.17 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Hingga akhir September 2026, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau sebanyak 57 juta penerima manfaat secara nasional, mencatat realisasi anggaran sebesar Rp153,2 triliun. Angka ini menjadi bukti efektivitas penyaluran bantuan pangan yang terus diperkuat melalui perbaikan tata kelola dan pengawasan lebih ketat terhadap unit pelayanan. Menteri Keuangan menilai langkah yang diambil Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menyelaraskan operasional dan standar kesehatan menjadi kunci keberhasilan program.
Sebanyak 27.486 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menjadi jalur distribusi MBG hingga 30 September 2026. Dalam upaya peningkatan kualitas layanan, BGN mewajibkan setiap SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dengan hasil penutupan terhadap 1.276 unit yang belum memenuhi persyaratan. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan dan kesehatan konsumsi pangan yang diberikan kepada masyarakat.
Untuk memperluas cakupan layanan, terutama di wilayah terpencil, BGN menambahkan 480 SPPG baru, terdiri atas 211 unit mitra mandiri dan 269 unit di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Seluruh unit baru ini dijadwalkan beroperasi penuh mulai akhir Oktober 2026. Penambahan ini merupakan bagian dari strategi perluasan akses pangan bergizi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah juga menekankan pentingnya penataan penerima manfaat guna memastikan distribusi lebih tepat sasaran. Menteri Keuangan menyatakan komitmen penuh terhadap perbaikan yang dilakukan BGN, dengan menegaskan bahwa alokasi anggaran akan disesuaikan secara dinamis berdasarkan kebutuhan aktual setelah peningkatan sistem pelaksanaan. Ia menilai inisiatif perbaikan yang terus dilakukan merupakan bentuk tanggung jawab kolektif dalam menjamin kesejahteraan pangan rakyat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Diskon Bensin Sementara untuk Pengangkut Umum
Pemerintah Nigeria hadirkan diskon bensin 30 hari bagi operator transportasi umum untuk kurangi beban rumah tangga dan bisnis menjelang pemilu.
10 Oktober 2026

Empat Marketplace Mulai Pungut Pajak 1 November 2026
Empat platform e-commerce resmi mulai memungut PPh 0,5% dari omzet pedagang online per 1 November 2026, setelah masa penundaan berakhir.
10 Oktober 2026

OJK Tekankan Keamanan Pinjaman Daring untuk Generasi Muda
OJK menekankan perlunya peningkatan kehati-hatian dan manajemen risiko di sektor pinjaman daring guna melindungi konsumen muda dan mencegah praktik berisiko.
10 Oktober 2026

Investor Global Perluas Lumbung Modal di Manajemen Aset RI
Minat investor asing terhadap sektor pengelolaan aset dan kekayaan di Indonesia terus meningkat, didorong pertumbuhan pasar dan potensi ekspansi bisnis meski IHSG turun hampir 30% sepanjang 2026.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Menteri Ara dan Bahlil Bahas Perumahan Ramah Energi Bersih
Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.22 WITA

Perkuat Harmonisasi Regulasi, Kemendagri Dorong Pendekatan Preventif
Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.22 WITA

Pemerintah Siapkan Hunian Berbasis Energi Bersih di Pusat Industri
Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.22 WITA

Trump Tindak ICC Usai Mantan Hakimnya Dapat Nobel
Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.21 WITA

Evakuasi Medis ABK Korban Penyanderaan Perompak Dilakukan di Bogor
Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.20 WITA

Menteri Era Soekarno Dihukum Mati karena Korupsi Skandal Raksasa
Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.20 WITA

MKNT Rombak Bisnis, Fokus ke Baja dan Udang
Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.19 WITA

Bank Mandiri Perkuat Akses Emas Digital dengan Lisensi OJK
Sabtu, 10 Oktober 2026, 12.19 WITA

