Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Memahami Label Pangan untuk Pilihan Sehat yang Tepat

Orang tua perlu memahami label gizi secara menyeluruh agar memilih makanan yang sesuai kebutuhan gizi anak, terutama selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 73x dibuka
Memahami Label Pangan untuk Pilihan Sehat yang Tepat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga, terutama bagi anak-anak di masa pertumbuhan, penting untuk tidak hanya melihat satu bahan dalam komposisi produk, tetapi memahami secara utuh informasi yang tercantum pada kemasan. Kebiasaan membaca label gizi dan komposisi pangan secara menyeluruh menjadi kunci agar pilihan makanan sesuai dengan kebutuhan tubuh dan tidak hanya berdasarkan klaim sehat yang muncul di permukaan.

Diana Sunardi, dokter spesialis gizi klinik konsultan, menekankan bahwa interaksi antarbahan dalam suatu produk dapat menghasilkan dampak gizi yang berbeda dibandingkan jika bahan-bahan tersebut dikonsumsi secara terpisah. Ia menyampaikan hal ini dalam acara World Food Day 2026 yang diselenggarakan oleh Danone Indonesia bersama Universitas Pelita Harapan di Tangerang, di mana fokusnya adalah inovasi sebagai fondasi masa depan pangan. Menurutnya, memahami label bukan sekadar membaca angka, tetapi memahami konteks penggunaan bahan dalam konteks pola makan harian.

Pola makan sehat sejati tidak didasarkan pada satu jenis makanan atau bahan tertentu, melainkan pada empat prinsip utama: kecukupan, keseimbangan, moderasi, dan keberagaman. Kecukupan mengacu pada pemenuhan zat gizi sesuai kebutuhan individu yang bervariasi berdasarkan usia, aktivitas, dan tahap kehidupan. Keseimbangan menekankan proporsi asupan yang tepat antar kelompok makanan agar tubuh tidak kekurangan atau kelebihan satu zat gizi.

Moderasi mengingatkan pentingnya mengatur jumlah konsumsi, terutama untuk makanan atau minuman yang tinggi gula, garam, atau lemak. Dengan memeriksa takaran saji dan nilai gizi per porsi, masyarakat dapat mengontrol asupan harian secara lebih akurat. Sementara itu, keberagaman mendorong konsumsi berbagai jenis pangan untuk menjamin cakupan nutrisi yang luas, karena tidak ada satu makanan pun yang bisa menyediakan semua zat gizi secara lengkap.

Keempat prinsip ini menjadi panduan praktis dalam memilih produk pangan olahan maupun menyusun menu harian. Dengan memahami label secara menyeluruh, keluarga dapat membuat keputusan konsumsi yang berbasis data, bukan hanya persepsi atau iklan. Pendekatan ini sangat penting terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan, periode krusial yang menentukan fondasi tumbuh kembang anak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya