Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Memory: Perburuan dan Kenangan di Tengah Kegelapan Ingatan

Film Memory menampilkan kisah pembunuh bayaran yang terganggu ingatan akibat Alzheimer, terlibat dalam misi berbahaya yang menguji moral dan ingatan terakhirnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 21.16 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 24x dibuka
Memory: Perburuan dan Kenangan di Tengah Kegelapan Ingatan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Film Memory yang tayang malam ini di Bioskop Trans TV pukul 20.00 WIB menggambarkan perjalanan Alex Lewis, seorang pembunuh bayaran berusia lanjut yang tengah berjuang melawan gejala Alzheimer dini. Ia tinggal di Meksiko dan bekerja untuk Davana Sealman, seorang perempuan yang mengatur operasi kriminal dengan cara yang tak terduga. Tugas pertamanya adalah membunuh Ellis Van Camp, seorang pekerja konstruksi di Fasilitas Pemrosesan Pusat Texas—lokasi di mana saudara kandung Alex, yang menderita Alzheimer parah, kini dirawat.

Ketika misi berjalan, Alex mulai mengalami kebingungan, terutama saat menyadari bahwa target berikutnya bukan hanya seorang pria, melainkan seorang anak perempuan bernama Beatriz. Ia mengetahui bahwa Beatriz, yang sebelumnya disandera oleh jaringan perdagangan manusia, kini berada di panti asuhan. Dengan ingatan yang mulai memudar, Alex justru menolak membunuh anak tersebut, menekankan bahwa “anak-anak tidak boleh disentuh” — sebuah prinsip yang muncul dari kehidupan masa lalu yang ia coba lupakan.

Pada saat yang sama, agen FBI Vincent Serra, yang menyamar di El Paso untuk menangkap tokoh kunci bernama “Papa Leon,” terpaksa mengambil tindakan ekstrem setelah sang pelaku menyandera putrinya. Beatriz akhirnya ditemukan di tempat yang sama dengan Alex, tetapi sayangnya, ia tewas dibunuh oleh pembunuh bayaran lain, Mauricio. Kejadian ini memicu kepanikan dalam diri Alex, yang menyadari bahwa dirinya kini menjadi sasaran karena mengetahui rahasia besar.

Dalam keadaan terdesak, Alex terbangun di kamar hotel setelah kencan singkat, hanya untuk mengetahui dari berita bahwa Beatriz telah tewas. Ia segera menyadari ancaman yang mengintainya dan meminta wanita yang bersamanya tetap tinggal di kamar. Namun, ketika ia pergi ke tempat parkir, terjadi baku tembak dengan Mauricio. Wanita itu tewas karena mencoba mengembalikan pil Alzheimer yang tertinggal. Alex kemudian membunuh Mauricio dan membakar keduanya di dalam mobil, sebelum mengejar pengacara Davana, William Borden, yang mengetahui seluruh rencana.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya