Mengapa Mobil Listrik Tetap Butuh Aki 12 Volt?
Meski mengandalkan baterai utama berdaya tinggi, mobil listrik tetap memerlukan aki 12 volt untuk menopang sistem pendukung dan keamanan operasional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 16.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Mobil listrik, baik yang berbasis baterai murni maupun hybrid, tidak sepenuhnya bergantung pada satu sumber listrik saja. Di balik kemampuan bergeraknya yang didukung baterai lithium-ion bertegangan tinggi, terdapat sistem kelistrikan tambahan yang tak kalah penting: aki 12 volt. Sistem ini berfungsi sebagai penyedia daya untuk perangkat elektronik sekunder yang esensial dalam pengoperasian kendaraan.
Aki 12 volt, meski berdaya rendah, memiliki peran krusial dalam mengaktifkan berbagai fitur seperti kunci pintu otomatis, sensor keamanan, sistem hiburan, kipas pendingin, dan fungsi keselamatan canggih seperti bantuan pengemudi. Tanpa aki yang berfungsi optimal, kendaraan listrik tidak dapat memulai proses startup, bahkan jika baterai utama dalam kondisi penuh. Ini karena aki 12 volt menjadi penggerak awal untuk mengaktifkan relay yang menyuplai daya ke sistem tegangan tinggi.
Keberadaan aki 12 volt juga dipertimbangkan dari sisi keselamatan. Dengan memisahkan sistem arus rendah dari arus tinggi, risiko sengatan listrik saat perawatan atau insiden kecelakaan dapat diminimalkan. Selain itu, aki 12 volt diisi ulang secara otomatis melalui konverter yang mengambil daya dari baterai utama, atau saat kendaraan sedang diisi ulang di stasiun pengisian.
Praktisi otomotif dan pemilik jasa perbaikan aki, Edwin Wijaya, menekankan bahwa pemeliharaan rutin aki tetap menjadi kewajiban penting bagi pemilik mobil listrik. Pemeriksaan terminal, kebersihan sambungan listrik, dan stabilisasi tegangan dapat mencegah kegagalan sistem di tengah perjalanan. Dengan meningkatnya jumlah kendaraan listrik di Indonesia, edukasi mengenai peran aki menjadi semakin relevan.
Aki 12 volt bukan sekadar komponen pendukung, melainkan bagian integral dari ekosistem mobilitas ramah lingkungan. Kedepannya, inovasi dan literasi teknis akan menjadi fondasi utama dalam menjamin keberlanjutan industri kendaraan listrik di tanah air.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


