Menstrual Cup: Solusi Menstruasi yang Ramah Lingkungan dan Ekonomis
Penggunaan menstrual cup menawarkan manfaat berkelanjutan mulai dari penghematan biaya hingga pengurangan limbah, dengan kapasitas menampung darah hingga tiga kali lebih banyak dibandingkan produk sekali pakai.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 09.26 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Menstrual cup merupakan alat penampung darah menstruasi yang dirancang khusus untuk dimasukkan ke dalam vagina. Dibuat dari bahan lentur yang aman, alat ini dapat digunakan kembali selama bertahun-tahun, rata-rata mencapai dua hingga sepuluh tahun sesuai penggunaan dan perawatan. Keunggulannya terletak pada efisiensi jangka panjang, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan, karena mengurangi konsumsi produk sekali pakai yang berdampak pada penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir.
Salah satu keunggulan utama menstrual cup adalah kapasitas menampung darah yang jauh lebih besar dibandingkan pembalut atau tampon. Berdasarkan data dari UNICEF, satu cup mampu menampung hingga tiga kali lebih banyak cairan menstruasi, sehingga sangat cocok digunakan saat aliran darah sedang deras. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menggantinya hanya sekali dalam waktu 12 hingga 24 jam, tergantung kondisi individu, jauh lebih lama dibandingkan tampon yang harus diganti setiap 4–8 jam.
Dalam hal kenyamanan dan risiko kebocoran, penelitian dari Cleveland Clinic menunjukkan bahwa menstrual cup memiliki tingkat kebocoran yang tidak lebih tinggi, bahkan sering lebih rendah dibandingkan tampon. Ini karena cup berbentuk segel rapat yang menahan darah secara tertutup, mengurangi paparan udara dan meminimalkan aroma. Selain itu, karena darah tidak langsung terpapar udara, bau yang biasanya muncul pada produk sekali pakai dapat diminimalkan secara signifikan.
Penggunaan menstrual cup juga memungkinkan fleksibilitas dalam waktu pemasangan. Bukan hanya bisa dipasang saat menstruasi benar-benar dimulai, tetapi juga bisa dimasukkan sebelumnya, saat perkiraan datang. Cara ini membantu menghindari kebocoran awal yang sering terjadi saat belum siap. Setelah terbiasa, pengguna tidak perlu lagi menggunakan pembalut atau pantyliner cadangan, menambah kenyamanan dan kepraktisan, terutama saat tidur atau aktivitas fisik berat.
Dengan semua manfaat yang dimiliki, menstrual cup menjadi alternatif yang semakin populer di kalangan perempuan yang mencari solusi menstruasi yang berkelanjutan, hemat, dan ramah lingkungan. Penggunaannya yang bisa berlangsung bertahun-tahun membuat investasi awal terasa sepadan, terutama dalam konteks keberlanjutan ekonomi dan lingkungan jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

HIPPI Kepulauan Seribu Perkuat Ekonomi Melalui Kolaborasi
Pelantikan DPC HIPPI Kepulauan Seribu di Jakarta menegaskan komitmen bersama pemerintah dan pelaku usaha untuk menggerakkan ekonomi daerah melalui kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.
6 Oktober 2026

Samsat Keliling Beroperasi di 14 Titik Jadetabek untuk Pemrosesan PKB
Layanan Samsat Keliling hadir di 14 lokasi di wilayah Jadetabek pada Selasa untuk memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor tahunan.
6 Oktober 2026

Hari Kapas Sedunia: Mengungkap Nilai Ekonomi dan Sosial di Balik Bahan Alami
Setiap 7 Oktober, dunia mengenang peran kapas sebagai komoditas strategis yang menopang jutaan keluarga dan perekonomian negara berkembang.
6 Oktober 2026

Rapat Koordinasi Ekspor Komoditas Strategis, Airlangga: Tidak Ada Aturan Baru
Rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian membahas implementasi lanjutan ekspor komoditas strategis melalui DSI sebagai perantara tunggal, tanpa adanya kebijakan baru atau perluasan daftar komoditas.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Mantan Agen Mata Uang Ilegal Tewas dalam Kecelakaan Helikopter
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.22 WITA
Aksi Protes Pelajar Prancis Picu Kericuhan dan Penutupan Sekolah
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.20 WITA

Yaman Mulai Operasi Militer Skala Besar Hadapi Houthi
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.17 WITA

FBI Tangkap Wanita Diduga Mata-Mata China yang Intai Keluarga Pemimpin Taiwan
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.14 WITA

MK Akan Baca Putusan Gugatan Syarat Pendidikan Cawapres Gibran
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.13 WITA

3 Kombes Pol Resmi Jadi Brigjen Pol Usai Promosi Kapolri
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.12 WITA

DPR Minta Penyelidikan Kasus Kematian Siswa SD di Pemalang Transparan
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.12 WITA

Kejagung Sita Pesawat Diduga Terkait Korupsi MBG, BNPB Bantah Kaitan
Selasa, 6 Oktober 2026, 09.10 WITA

