Merger Oto Finance dan Oto Multiartha Resmi Berlaku
Penggabungan usaha antara Summit Oto Finance dan Oto Multiartha telah resmi disahkan, dengan penerbitan saham baru senilai Rp1,58 triliun dan perubahan struktur kepemimpinan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 11.27 WITA·👁 6 orang membaca· 0 hari ini · 102x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penggabungan usaha antara PT Summit Oto Finance (SOF) dan PT Oto Multiartha secara resmi dinyatakan efektif setelah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) SOF pada 1 September 2026. Dalam keputusan tersebut, SOF ditetapkan sebagai entitas penerima penggabungan, sementara Oto Multiartha menjadi entitas yang melebur. Proses ini telah mendapatkan dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Sebagai bagian dari implementasi merger, SOF melakukan peningkatan modal melalui penerbitan saham baru. Total 3.150.535 saham diterbitkan dengan nilai nominal Rp1,575 triliun, yang diberikan kepada SMMA sebagai pemegang saham Oto Multiartha. Selain itu, sebanyak 9.934 saham baru dengan nilai nominal Rp9,934 miliar diterbitkan khusus untuk SMMA guna memenuhi batas kepemilikan asing sebesar 85% sesuai ketentuan POJK 47/2020.
Perubahan struktur manajemen turut dilakukan sebagai dampak dari merger ini. Keishi Iwamoto resmi menjabat Presiden Komisaris, menggantikan Yosuke Unigame yang diberhentikan secara hormat. Takanori Otsuka dan Muliawan Gunadi Kartarahardja ditunjuk sebagai komisaris dan komisaris independen. Di jajaran direksi, Nobuhiroo Moro, Toshiyuki Mitsui, dan Pieter Maruli Panjaitan dilantik sebagai direksi baru, sementara Rusna tetap dipercaya memimpin sebagai Presiden Direktur bersama Kenji Okada, Yanuar Pribadi, dan Kemaludin Fajar.
Perusahaan menyatakan bahwa merger ini bertujuan untuk memperkuat sinergi operasional dan meningkatkan kinerja keuangan secara keseluruhan. Seluruh hak, kewajiban, serta aset dari Oto Multiartha secara otomatis beralih ke SOF sesuai ketentuan hukum. Perseroan menegaskan bahwa proses penggabungan tidak akan berdampak negatif signifikan terhadap kelangsungan usaha, serta tetap menjaga stabilitas operasional dan kepercayaan pemangku kepentingan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

