Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Merger Paramount-WBD Tuntas, Karyawan Waswas Hadapi PHK

Kesepakatan damai dengan 12 negara bagian mengakhiri tantangan antimonopoli, namun kepastian nasib karyawan tetap menggantung menyusul ancaman pemutusan hubungan kerja.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 15.25 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
Merger Paramount-WBD Tuntas, Karyawan Waswas Hadapi PHK📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kesepakatan hukum antara Paramount Skydance dan koalisi 12 negara bagian penggugat merger dengan Warner Bros. Discovery secara resmi menyelesaikan hambatan terakhir dalam proses penggabungan senilai US$111 miliar. Dengan penyelesaian ini, langkah integrasi kedua raksasa hiburan dapat dilanjutkan tanpa tekanan hukum yang mengancam. Namun, kepastian hukum justru memicu ketegangan di kalangan karyawan yang kini berada dalam masa ketidakpastian mengenai posisi kerja mereka.

Sejumlah eksekutif di lini produksi dan manajemen mengungkapkan kekhawatiran terhadap skenario pemangkasan tenaga kerja yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Meski David Ellison, pimpinan Paramount, menegaskan bahwa kantor pusat perusahaan tetap beroperasi di California, hal itu tidak menghilangkan kecemasan yang melanda karyawan. Banyak dari mereka merasa kecewa terhadap hasil negosiasi, terutama karena sejumlah isu strategis seperti nasib saluran televisi, divestasi aset, dan komitmen peningkatan produksi tidak mendapat penjelasan jelas.

Dalam kesepakatan yang disepakati, Paramount diwajibkan mengalokasikan dana sebesar US$47,5 juta selama lima tahun untuk program pelatihan dan pengembangan karier karyawan yang terkena dampak PHK. Pemenuhan kewajiban ini harus dilakukan sesuai perjanjian kerja bersama, menandakan komitmen terhadap perlindungan tenaga kerja meskipun dalam proses restrukturisasi. Di sisi lain, kesepakatan dengan Writers Guild of America juga menghentikan PHK di CBS News selama lima tahun, menjadi salah satu poin penyeimbang dalam kesepakatan.

Meski adanya jaminan khusus bagi sejumlah posisi strategis seperti Casey Bloys dari HBO, mayoritas karyawan tetap merasa tidak yakin terhadap skala dan waktu pemangkasan yang akan terjadi. Seorang eksekutif internal menyatakan bahwa pemotongan karyawan kemungkinan hanya dimulai secara bertahap, mengingat kompleksitas operasional dan kewajiban hukum yang harus dipenuhi. “Hampir pasti akan ada PHK massal sebelum akhir tahun,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya, menandai bahwa dampak merger di industri hiburan masih sangat besar dan belum sepenuhnya terukur.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya