Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Messi dan Legenda Olahraga Hadir di Fanatics Fest Jelang Final Dunia 2026

Lionel Messi tampil dalam Fanatics Fest di New York sebagai momen publik terakhir sebelum final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol, diikuti interaksi dengan legenda seperti Tom Brady, Novak Djokovic, dan Kevin Durant.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Messi dan Legenda Olahraga Hadir di Fanatics Fest Jelang Final Dunia 2026
Foto: Tempo

Kendari, ıNarasikita - Pemain bintang Argentina, Lionel Messi, muncul sebagai tokoh utama dalam acara Fanatics Fest di New York, Jumat, 17 Juli 2026, menjelang laga final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di MetLife Stadium, New Jersey. Acara selama empat hari itu menjadi ajang khusus bagi FIFA untuk menyelenggarakan konferensi pers resmi sebelum pertandingan puncak, menarik ratusan penggemar yang antusias menyaksikan langsung para pemain dan pelatih tim finalis. Messi, yang berusia 39 tahun, tampil bersama sejumlah tokoh legendaris dunia olahraga, termasuk Tom Brady, Novak Djokovic, dan Kevin Durant, yang semua mengungkapkan penghargaan terhadap pencapaian sang kapten Argentina.

Bertajuk konferensi pers unik, acara ini membedakan diri dengan melibatkan para legenda sebagai pewawancara. Djokovic memimpin sesi tanya jawab dengan pelatih Argentina Lionel Scaloni dan Messi sendiri, menanyakan strategi menghadapi tekanan besar, lalu menyampaikan terima kasih dengan kalimat "Gracias, Leo." Brady kemudian mengajukan pertanyaan tentang momen viral Messi memandikan Lamine Yamal, sementara Durant menanyakan arti mempertahankan gelar juara dunia kepada kiper Argentina, Emiliano Martinez. Rodri, kapten Spanyol, menyampaikan kekagumannya terhadap Messi, menyebut sang pemain sebagai yang terbaik sepanjang masa.

Argentina menunjukkan konsistensi luar biasa dalam perjalanannya ke final, meraih kemenangan sempurna dalam tujuh pertandingan tanpa kekalahan maupun hasil imbang. Mereka bahkan sempat tertinggal 0-2 dari Mesir di babak 16 besar sebelum bangkit dan melaju ke final melalui perpanjangan waktu melawan Tanjung Verde dan Swiss, serta mengalahkan Inggris di semifinal setelah tertinggal 0-1. Messi menegaskan semangat tim: "Kami tidak pernah berhenti berjuang." Sementara itu, Spanyol mencatat enam kemenangan dan satu hasil imbang, menunjukkan performa stabil meski sempat bermain imbang di laga pembuka melawan Tanjung Verde.

Saat berada di atas panggung, Messi disambut tak dengan tepuk tangan langsung, melainkan dengan ratusan ponsel yang diangkat untuk merekam momennya. Ia merespons dengan senyum dan isyarat tangan, lalu disambut sorak sorai dari penonton. Acara ditutup dengan sesi swafoto bersama para pemain, pelatih, serta tokoh publik lain seperti Kevin Hart, Travis Scott, Rio Ferdinand, dan CEO Fanatics Michael Rubin. Scaloni menekankan pentingnya fokus pada satu pertandingan terakhir, bukan pada tekanan sejarah.

Ketika meninggalkan lokasi, Messi sempat menatap trofi Piala Dunia yang dipajang di arena. Kemenangan atas Spanyol akan membuat Argentina menjadi tim pertama yang memenangkan dua gelar dunia secara beruntun sejak Brasil pada 1958 dan 1962. Martinez menegaskan komitmen tim: "Kami akan memberikan yang terbaik untuk membawa pulang Piala Dunia dan merayakannya bersama rakyat Argentina."

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya