Meutya Hafid Pimpin Perempuan Paling Dikenal di Kabinet
Survei nasional menempatkan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebagai perempuan paling menonjol di kabinet, unggul dalam visibilitas dan kredibilitas internasional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.17 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 97x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Survei nasional yang dilakukan menjelang dua tahun masa jabatan Kabinet Merah Putih menunjukkan Meutya Hafid menduduki posisi teratas sebagai menteri perempuan paling dikenal, dengan 29,6 persen responden menyebutnya sebagai tokoh paling mencolok di antara para menteri perempuan. Angka ini jauh melampaui capaian menteri perempuan lainnya, seperti Arifatul Choiri Fauzi (7,6 persen), Widiyanti Putri Wardhana (6,6 persen), dan Rini Widyantini (5,3 persen), menunjukkan dominasi Meutya dalam persepsi publik. Kinerjanya dalam menyampaikan kebijakan dan tampil di forum global menjadi faktor kunci dalam penguatan citranya.
Dalam kategori kepercayaan saat berbicara di panggung internasional, Meutya meraih 21,8 persen, menjadi yang tertinggi di antara 48 menteri yang disurvei. Ia unggul signifikan atas Agus Harimurti Yudhoyono (10,7 persen), dengan dukungan terbesar berasal dari wilayah Bali dan Nusa Tenggara (56,6 persen) serta kelompok usia Generasi X (44–59 tahun) sebesar 47,1 persen. Di Jawa, sebagai wilayah dengan jumlah responden terbanyak, ia mendapatkan 30,5 persen dukungan, sementara di kalangan pendidikan S1 ke atas mencapai 34 persen, lebih tinggi dibanding lulusan SMA (21,6 persen).
Kemampuan komunikasi kebijakan juga menjadi keunggulan Meutya, yang menempatinya di posisi kedua sebagai menteri paling komunikatif, dengan 15,4 persen responden menilainya sebagai tokoh yang paling mampu menjelaskan kebijakan pemerintah. Hanya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang unggul dengan 34,8 persen. Survei juga mencatat bahwa kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak, yang terkait dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), menjadi salah satu kebijakan paling diingat publik, disebut oleh 5 persen responden—angka yang lebih tinggi dibandingkan bantuan sosial (3 persen) dan ketahanan pangan (1,8 persen).
Indopol menilai latar belakang Meutya sebagai jurnalis dan mantan Ketua Komisi I DPR RI, yang berfokus pada urusan luar negeri, menjadi fondasi kuat dalam membentuk persepsi publik mengenai kapasitasnya dalam wakil Indonesia di kancah global. Dalam komunikasi publik, platform digital seperti Instagram (34,2 persen) dan TikTok (25,3 persen) menjadi saluran utama masyarakat untuk mengakses informasi kebijakan, yang menekankan peran strategis Kementerian Komunikasi dan Digital. Survei ini dilakukan secara daring terhadap 1.000 responden di 38 provinsi, menggunakan kuesioner terstruktur dengan metode quota sampling, meskipun tidak dapat dihitung margin of error secara statistik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gaya Kepemimpinan Luthfi Dapat Pujian Akademisi
Akademisi menilai kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi humanis, kolaboratif, dan berbasis solusi, dengan keterlibatan perguruan tinggi dalam perumusan kebijakan daerah.
24 Oktober 2026

Ancol Tantang Rekor MURI Lewat Estafet Renang 24 Jam dan Bendera Merah Putih 360 Meter
Atlantis Water Adventure Ancol gelar dua aksi pemecahan rekor MURI dalam perayaan Hari Renang Sedunia, melibatkan estafet renang nonstop dan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 360 meter.
24 Oktober 2026

Bedah Rumah di Kampung Ambon Dorong Pemulihan Secara Komprehensif
Program bedah rumah di Kampung Ambon menjadi strategi integratif untuk menekan peredaran narkoba melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.
24 Oktober 2026

Dua Wakil Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters 2026
Mutiara Ayu Puspitasari dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi tersingkir dari semifinal Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari lawan dari Hong Kong dan China.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

