Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Meutya Hafid Pimpin Perempuan Paling Dikenal di Kabinet

Survei nasional menempatkan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebagai perempuan paling menonjol di kabinet, unggul dalam visibilitas dan kredibilitas internasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.17 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 97x dibuka
Meutya Hafid Pimpin Perempuan Paling Dikenal di Kabinet📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Survei nasional yang dilakukan menjelang dua tahun masa jabatan Kabinet Merah Putih menunjukkan Meutya Hafid menduduki posisi teratas sebagai menteri perempuan paling dikenal, dengan 29,6 persen responden menyebutnya sebagai tokoh paling mencolok di antara para menteri perempuan. Angka ini jauh melampaui capaian menteri perempuan lainnya, seperti Arifatul Choiri Fauzi (7,6 persen), Widiyanti Putri Wardhana (6,6 persen), dan Rini Widyantini (5,3 persen), menunjukkan dominasi Meutya dalam persepsi publik. Kinerjanya dalam menyampaikan kebijakan dan tampil di forum global menjadi faktor kunci dalam penguatan citranya.

Dalam kategori kepercayaan saat berbicara di panggung internasional, Meutya meraih 21,8 persen, menjadi yang tertinggi di antara 48 menteri yang disurvei. Ia unggul signifikan atas Agus Harimurti Yudhoyono (10,7 persen), dengan dukungan terbesar berasal dari wilayah Bali dan Nusa Tenggara (56,6 persen) serta kelompok usia Generasi X (44–59 tahun) sebesar 47,1 persen. Di Jawa, sebagai wilayah dengan jumlah responden terbanyak, ia mendapatkan 30,5 persen dukungan, sementara di kalangan pendidikan S1 ke atas mencapai 34 persen, lebih tinggi dibanding lulusan SMA (21,6 persen).

Kemampuan komunikasi kebijakan juga menjadi keunggulan Meutya, yang menempatinya di posisi kedua sebagai menteri paling komunikatif, dengan 15,4 persen responden menilainya sebagai tokoh yang paling mampu menjelaskan kebijakan pemerintah. Hanya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang unggul dengan 34,8 persen. Survei juga mencatat bahwa kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak, yang terkait dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), menjadi salah satu kebijakan paling diingat publik, disebut oleh 5 persen responden—angka yang lebih tinggi dibandingkan bantuan sosial (3 persen) dan ketahanan pangan (1,8 persen).

Indopol menilai latar belakang Meutya sebagai jurnalis dan mantan Ketua Komisi I DPR RI, yang berfokus pada urusan luar negeri, menjadi fondasi kuat dalam membentuk persepsi publik mengenai kapasitasnya dalam wakil Indonesia di kancah global. Dalam komunikasi publik, platform digital seperti Instagram (34,2 persen) dan TikTok (25,3 persen) menjadi saluran utama masyarakat untuk mengakses informasi kebijakan, yang menekankan peran strategis Kementerian Komunikasi dan Digital. Survei ini dilakukan secara daring terhadap 1.000 responden di 38 provinsi, menggunakan kuesioner terstruktur dengan metode quota sampling, meskipun tidak dapat dihitung margin of error secara statistik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya