Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Misbakhun Dorong Hilirisasi untuk Ubah Posisi Indonesia

Anggota DPR RI menekankan pentingnya hilirisasi sumber daya alam guna tingkatkan nilai tambah dan transformasi ekonomi nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Misbakhun Dorong Hilirisasi untuk Ubah Posisi Indonesia
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan perlunya percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk mengubah posisi Indonesia dari eksportir bahan mentah menjadi pemain industri berbasis sumber daya alam. Ia menyoroti dominasi Indonesia dalam pasar global komoditas, termasuk kepemilikan lebih dari 43 persen perdagangan batu bara dunia, sekitar 60 persen perdagangan minyak kelapa sawit (CPO), serta dominasi dalam perdagangan nikel.

Menurut Misbakhun, kekayaan alam yang melimpah harus dikelola secara optimal melalui penguatan industri dalam negeri. Ia menilai bahwa tanpa hilirisasi, negara hanya bertindak sebagai pemasok bahan mentah, yang tidak memberikan dampak ekonomi berkelanjutan. Ia mencontohkan Maluku Utara yang mencatat pertumbuhan ekonomi lebih dari 20 persen, didorong oleh pengembangan industri hilirisasi yang telah mendorong kesejahteraan daerah.

Ia menekankan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak bisa terlepas dari dukungan pembiayaan yang kuat. Perbankan nasional diminta berperan aktif dalam menyalurkan dana untuk mendukung investasi industri berbasis sumber daya alam. Tanpa dukungan finansial dari sektor perbankan, kata Misbakhun, transformasi ekonomi dari ekspor mentah ke industri manufaktur akan terhambat.

Tujuan utama dari penguatan hilirisasi, menurutnya, adalah menciptakan nilai tambah lebih tinggi, menyerap tenaga kerja lokal, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Dengan pendekatan ini, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pemasok komoditas, tetapi juga pemain utama dalam rantai pasok global yang berbasis pada industri dalam negeri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya