Misbakhun Dorong Hilirisasi untuk Ubah Posisi Indonesia
Anggota DPR RI menekankan pentingnya hilirisasi sumber daya alam guna tingkatkan nilai tambah dan transformasi ekonomi nasional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan perlunya percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk mengubah posisi Indonesia dari eksportir bahan mentah menjadi pemain industri berbasis sumber daya alam. Ia menyoroti dominasi Indonesia dalam pasar global komoditas, termasuk kepemilikan lebih dari 43 persen perdagangan batu bara dunia, sekitar 60 persen perdagangan minyak kelapa sawit (CPO), serta dominasi dalam perdagangan nikel.
Menurut Misbakhun, kekayaan alam yang melimpah harus dikelola secara optimal melalui penguatan industri dalam negeri. Ia menilai bahwa tanpa hilirisasi, negara hanya bertindak sebagai pemasok bahan mentah, yang tidak memberikan dampak ekonomi berkelanjutan. Ia mencontohkan Maluku Utara yang mencatat pertumbuhan ekonomi lebih dari 20 persen, didorong oleh pengembangan industri hilirisasi yang telah mendorong kesejahteraan daerah.
Ia menekankan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak bisa terlepas dari dukungan pembiayaan yang kuat. Perbankan nasional diminta berperan aktif dalam menyalurkan dana untuk mendukung investasi industri berbasis sumber daya alam. Tanpa dukungan finansial dari sektor perbankan, kata Misbakhun, transformasi ekonomi dari ekspor mentah ke industri manufaktur akan terhambat.
Tujuan utama dari penguatan hilirisasi, menurutnya, adalah menciptakan nilai tambah lebih tinggi, menyerap tenaga kerja lokal, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Dengan pendekatan ini, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pemasok komoditas, tetapi juga pemain utama dalam rantai pasok global yang berbasis pada industri dalam negeri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
ANTAM Perkuat Pengelolaan SDA untuk Kesejahteraan Masyarakat
ANTAM tekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat di Sulawesi Tenggara.
8 September 2026
Gubernur Sultra Minta Penegak Hukum Periksa Istri Terkait Denda Tambang Nikel di Hutan Lindung
Gubernur Sultra menanggapi denda Rp2,19 triliun terhadap PT TMS dengan menyerahkan penjelasan kepada penegak hukum dan menegaskan tidak menjadi pihak yang berwenang menjawab.
8 September 2026

PTBA Perkuat Diversifikasi, Sasaran 20% Pendapatan dari Hilirisasi
PTBA menargetkan kontribusi pendapatan dari hilirisasi dan diversifikasi produk mencapai 20% dalam empat tahun, didukung proyek gasifikasi dan energi terbarukan.
8 September 2026

Tembaga dan Emas Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan
Pengelolaan tembaga di Indonesia kini berfokus pada hilirisasi dan integrasi industri, dengan produksi emas dari PMR PTFI mulai mendukung kebutuhan domestik dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


