Mojtaba Khamenei Dorong Ekonomi Mandiri Lawan Dominasi Dolar
Pemimpin Tertinggi Iran menyerukan perubahan strategis ekonomi dengan fokus pada produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan pada dolar AS.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, mengeluarkan pernyataan kuat melalui platform digital terkait rencana transformasi ekonomi nasional. Ia menekankan perlunya peningkatan produksi dalam negeri sebagai respons terhadap tekanan ekonomi yang terus memburuk, termasuk inflasi tinggi dan tingkat pengangguran yang mengkhawatirkan. Dalam pesan yang dirilis pada Jumat (28/8), ia menyoroti pentingnya menjadikan ekonomi perlawanan sebagai fondasi utama kebijakan pemerintah.
Ia menyoroti perlunya pemerintah memberikan perhatian serius terhadap stabilitas harga, pengendalian pasar, dan ketersediaan barang kebutuhan pokok. Mojtaba menekankan bahwa kebijakan ekonomi harus dirancang untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan, menarik investasi di sektor strategis, serta memperkuat kapasitas produksi dalam negeri. Ia juga menyerukan pengurangan bertahap peran dominan dolar AS dalam transaksi ekonomi, sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi.
Nilai tukar rial Iran kembali mencatat rekor terendah, melampaui angka 2 juta rial per dolar AS di pasar bebas, seiring intensifikasi sanksi oleh Amerika Serikat. Dalam konteks itu, Mojtaba menekankan pentingnya pengelolaan impor yang bijak dan tepat, hanya dilakukan ketika produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan. Ia juga menekankan peran krusial para ahli teknologi dan spesialis dalam merancang kebijakan yang efektif.
Ia memuji upaya pemerintah dalam menjaga pasokan energi dan fasilitas vital selama masa konflik dan sanksi internasional. Meski belum muncul secara publik sejak serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, Mojtaba tetap menunjukkan kehadirannya melalui pernyataan digital. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Mojtaba masih hidup, meski mengalami luka serius akibat serangan tersebut.
Mojtaba menegaskan bahwa tujuan utama dari kebijakan ekonomi adalah melayani kebutuhan rakyat secara berkelanjutan, bahkan di tengah tekanan eksternal. Ia menekankan bahwa keberhasilan transformasi ekonomi tergantung pada sinergi antara inovasi, pengelolaan cerdas, dan keterlibatan aktif para profesional di berbagai sektor. Dengan demikian, Iran bertekad membangun sistem ekonomi yang lebih mandiri dan tahan terhadap tekanan global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

