Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

MPMX Mulai Rehabilitasi Terumbu Karang di Pulau Messah

Perusahaan otomotif MPMX resmikan transplantasi terumbu karang di Pulau Messah, NTT, sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
MPMX Mulai Rehabilitasi Terumbu Karang di Pulau Messah
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) secara resmi meluncurkan program rehabilitasi terumbu karang di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam implementasi MPM Green Action 2026, inisiatif keberlanjutan perusahaan yang menekankan perlindungan ekosistem laut serta penguatan peran masyarakat dalam konservasi.

Program ini dilakukan setelah serangkaian pendampingan sejak bulan April, dimulai dari sosialisasi pentingnya menjaga terumbu karang kepada nelayan dan komunitas pesisir. Pemilihan lokasi didasarkan pada rekomendasi Balai Taman Nasional Komodo, mengingat Pulau Messah berstatus sebagai kawasan penyangga konservasi yang mengalami degradasi ekosistem terumbu karang.

Sebelum proses transplantasi, MPMX telah melatih perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pasir Putih dalam pembuatan dan pengelolaan media coral nursery. Pelatihan berbasis praktik langsung mencakup pemilihan fragmen karang, pemasangan spider frame, perawatan, pemantauan pertumbuhan, hingga teknik transplantasi ke area yang telah ditentukan. Tujuannya adalah membangun kapasitas lokal agar masyarakat mampu menjaga ekosistem secara mandiri.

Sebanyak 500 bibit karang akan ditransplantasikan menggunakan 32 unit spider frame sebagai media pendukung. Program ini dirancang sebagai kegiatan jangka panjang selama empat tahun, dengan tujuan tidak hanya memulihkan ekosistem, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pelestarian lingkungan. MPMX menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, otoritas kawasan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan keberlanjutan dampak program.

Kepala Desa Pasir Putih, Mustaming, menyambut baik inisiatif tersebut, menegaskan bahwa laut merupakan sumber kehidupan bagi warga setempat. Ia berharap program ini dapat terus melibatkan masyarakat dan memberikan manfaat ganda—lingkungan yang lebih sehat dan peluang ekonomi baru dari potensi wisata dan sumber daya laut. Pemerintah desa siap mendukung langkah-langkah konservasi demi keberlangsungan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya