Norwegia Pertimbangkan Larangan Perangkat Wearable Berkamera
Pemerintah Norwegia sedang meninjau kemungkinan melarang penggunaan kacamata pintar dan perangkat wearable lain yang dilengkapi kamera demi melindungi privasi warga di ruang publik.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 08.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Norwegia kini mengkaji kebijakan pembatasan terhadap perangkat wearable yang dilengkapi kamera, termasuk kacamata pintar dan aksesori lain yang bisa terhubung ke internet. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi pelanggaran privasi akibat teknologi yang mampu merekam secara diam-diam dan mengenali wajah secara otomatis. Menteri Digital Norwegia, Karianne Tung, menyatakan bahwa tren penggunaan perangkat berbasis AI dengan kamera dan mikrofon yang bisa dipakai sehari-hari telah menciptakan ancaman baru terhadap kebebasan individu.
Menurut Tung, teknologi semacam ini—yang bisa terintegrasi dalam kacamata, headphone, hingga aksesori kepala—berpotensi digunakan untuk memantau warga secara massal di tempat umum tanpa persetujuan. Ia menekankan perlunya tindakan preventif agar perangkat tersebut tidak dimanfaatkan untuk pengawasan tanpa batas. Kebijakan yang sedang dipertimbangkan tidak hanya terbatas pada perangkat fisik, tetapi juga mencakup larangan penggunaan teknologi pengenalan wajah dalam ruang publik.
Untuk memastikan keputusan yang matang, pemerintah berencana membentuk tim ahli yang akan mengevaluasi dampak sosial, teknis, dan hukum dari penggunaan perangkat tersebut. Tim ini akan menyusun rekomendasi berbasis bukti untuk membantu penyusunan regulasi yang efektif dalam menjaga hak privasi masyarakat. Tujuan utamanya adalah menciptakan keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan hak dasar warga negara.
Langkah ini sejalan dengan respons global terhadap perkembangan teknologi yang berpotensi mengancam privasi, seperti yang juga diperhatikan oleh berbagai negara dan organisasi hak asasi manusia. Norwegia menekankan bahwa inovasi harus berjalan seiring dengan keamanan dan etika, bukan mengorbankan kemerdekaan pribadi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Ekonomi, Pemerintah Diminta Segera Respons
Erupsi Anak Krakatau picu gangguan transportasi hingga 2.961 penerbangan dibatalkan, berdampak pada pariwisata, logistik, dan pendapatan masyarakat, perlu respons terkoordinasi dari pemerintah.
9 September 2026

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


