NU 2026–2031: Menjaga Keseimbangan Antara Agama, Umat, dan Kekuasaan
Muktamar ke-35 NU di Jombang menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum dan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam, dengan proses pemilihan yang menggabungkan suara muktamirin dan keputusan Ahlul Halli wal 'Aqdi.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 10.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 yang berlangsung di Tambak Beras, Jombang, menjadi tonggak penting dalam sejarah kepemimpinan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. Dalam proses yang berlangsung selama lima hari, terpilihlah KH Abdul Hakim Mahfudz, atau akrab disapa Gus Kikin, sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031, serta KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam. Keputusan ini bukan hasil suara mayoritas semata, melainkan hasil musyawarah komprehensif setelah lima calon yang unggul dari penjaringan awal dipilih oleh Ahlul Halli wal 'Aqdi (AHWA), sebuah lembaga kiai senior yang diberi otoritas final dalam proses pemilihan.
Proses pemilihan menunjukkan khasanah kepemimpinan NU yang berlandaskan keseimbangan antara representasi dan otoritas keilmuan. Dari awal, Gus Kikin meraih 472 suara dari muktamirin, mengungguli kandidat lain seperti KH Zulfa Mustofa, KH Abdussalam Sochib, KH Yahya Cholil Staquf, dan KH Abdul Ghaffar Rozin. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan sembilan kiai terpilih yang memiliki kapasitas moral dan kebijaksanaan tinggi. Keputusan ini secara implisit menegaskan bahwa dalam NU, keberhasilan kepemimpinan bukan hanya soal popularitas, tetapi juga kualitas keilmuan dan keberpihakan terhadap nilai-nilai luhur.
Setelah pengumuman hasil, Gus Kikin menegaskan bahwa NU bukan organisasi politik dan tidak boleh digunakan sebagai alat kepentingan partai. Ia menekankan pentingnya memisahkan fungsi keagamaan dari dinamika politik praktis, meskipun NU tetap dapat memberikan masukan dan dukungan kepada pemerintah sesuai kewajiban umat. Pernyataan ini menjadi respons terhadap sejarah NU yang pernah terlibat langsung dalam politik, sekaligus menegaskan kembali prinsip Khittah 1926 yang menekankan kemandirian organisasi dari kekuasaan.
Tantangan terbesar bagi kepemimpinan baru bukan hanya pada internalisasi kepengurusan, tetapi pada bagaimana NU tetap menjaga fungsi kritis sebagai kekuatan masyarakat sipil tanpa kehilangan legitimasi keagamaan. Dalam konteks yang semakin kompleks, NU harus mampu berdialog dengan pemerintah secara konstruktif, tanpa kehilangan kemandirian moral. Ini bukan soal menjauh dari kekuasaan, melainkan menjaga posisi strategis sebagai penjaga nilai-nilai keadilan, toleransi, dan keberagamaan yang inklusif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pertama Kali iOS Berhasil Dioperasikan di Ponsel Android
Para pengembang independen berhasil menjalankan iOS 16 di perangkat Android, membuka jalan eksperimen teknis lintas ekosistem tanpa dukungan resmi dari Apple.
26 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026

Adegan Pernikahan Chandler Bing Menggambarkan Harapan Terdalam Perry
Keluarga Matthew Perry mengungkapkan kesedihan mendalam saat menyaksikan adegan pernikahan Chandler dan Monica, yang mencerminkan keinginan abang mereka untuk memiliki keluarga di tengah perjuangan melawan kecanduan.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ir. H. Andi Pangerang Umar Mantan Bupati Kolaka Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 13.11 WITA

UIN Kolaka Gelar Adu Kreativitas dalam Bulan Bahasa
Senin, 26 Oktober 2026, 13.06 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Menteri dengan Kinerja Terbaik Menurut Survei
Senin, 26 Oktober 2026, 12.27 WITA

18 Orang Diamankan dalam Gerebek Narkoba di Kampung Madani
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Pramono Ajak Warga Dukung JRF 2026, Jakarta Semakin Diperhitungkan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Penindakan Wajib Direkam
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Mekanik Tangerang Kaget Dapat Tagihan Pajak McLaren Rp137 Juta
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

Pria di Madiun Tewaskan Istri Siri dan Anaknya dengan Cara Sadis
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

