Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

OJK Perluas Edukasi Keuangan ke Pelajar untuk Cegah Rekening Dormant

OJK gencar edukasi keuangan kepada pelajar guna mencegah rekening menjadi tidak aktif, seiring peluncuran program Satu Rekening Satu Pelajar dan transisi ke produk SiMuda.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 21.17 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 36x dibuka
OJK Perluas Edukasi Keuangan ke Pelajar untuk Cegah Rekening Dormant📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat upaya edukasi keuangan kepada generasi muda, khususnya pelajar, sebagai langkah strategis mencegah rekening tabungan menjadi tidak aktif atau dormant. Program ini menjadi bagian dari pendekatan menyeluruh dalam membangun literasi keuangan sejak dini, di mana keamanan dan pengelolaan rekening menjadi fokus utama. Kegiatan edukasi dilakukan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga menjangkau pelajar secara luas, termasuk melalui inisiatif yang mendukung transisi dari SIMPEL ke SiMuda.

Sejalan dengan itu, program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) telah menjangkau hampir 89 persen pelajar di seluruh Indonesia, dengan total 59,18 juta rekening terbuka dan nilai tabungan mencapai Rp27 triliun. Angka ini menunjukkan komitmen nyata dalam membuka akses keuangan inklusif bagi anak muda. Namun, OJK menekankan bahwa kepemilikan rekening bukan sekadar formalitas—harus disertai pemahaman dan kebiasaan menggunakan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.

Ketua Dewan Komisioner OJK menegaskan bahwa rekening yang tidak aktif berisiko tinggi disalahgunakan, terutama jika informasi pribadi seperti PIN tidak dijaga dengan baik. Oleh karena itu, edukasi terus dilakukan untuk memastikan pelajar memahami pentingnya aktivitas rutin, seperti menabung, mengecek saldo, dan tidak membagikan data pribadi. Tujuannya adalah agar tabungan tetap aktif dan menjadi alat perlindungan finansial sepanjang masa perkembangan mereka.

Setelah mengenal tabungan melalui SIMPEL, pelajar diberi pilihan untuk beralih ke SiMuda, produk tabungan yang disesuaikan dengan tahap usia dan kebutuhan keuangan muda. Produk ini dirancang untuk mendukung perencanaan jangka panjang, seperti menabung untuk beli properti, investasi reksa dana, atau kebutuhan lainnya. Dengan demikian, harapannya, tabungan yang dimulai sejak sekolah dapat terus menemani generasi muda hingga dewasa, tanpa berakhir menjadi rekening mati.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya