Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

OJK Tekankan Reformasi Pasar Modal Dimulai Sebelum Tekanan MSCI

OJK menegaskan reformasi ekosistem pasar modal telah berjalan sejak Januari 2026, jauh sebelum tekanan dari MSCI, dengan langkah konkret seperti penegakan sanksi dan pembukaan data HSC secara mandiri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
OJK Tekankan Reformasi Pasar Modal Dimulai Sebelum Tekanan MSCI📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membantah anggapan bahwa upaya perbaikan pasar modal Indonesia baru dimulai setelah adanya tekanan dari indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa inisiatif perbaikan telah berjalan sejak awal tahun, khususnya sejak Januari 2026, dengan pendekatan sistemik dan komprehensif terhadap ekosistem bursa. Ia menekankan bahwa langkah-langkah yang diambil bukan respons spontan, melainkan bagian dari rencana strategis jangka panjang.

Dalam pernyataannya usai acara Ijtima' Sanawi di Jakarta, Friderica menyoroti pentingnya prosedur hukum yang ketat dalam penegakan sanksi. Ia mencontohkan penjatuhan denda administratif senilai total Rp2,1 triliun terhadap tiga emiten—PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)—yang diduga melanggar aturan transaksi dan penawaran umum. Menurutnya, proses ini membutuhkan waktu karena harus memenuhi ketentuan hukum yang berlaku, bukan hanya karena tekanan eksternal.

Peningkatan transparansi juga menjadi fokus utama. OJK telah menginisiasi pembukaan data saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC), yang dilakukan secara mandiri tanpa diminta oleh lembaga internasional. Selain itu, regulator telah meluncurkan 39 klasifikasi tipe investor, mencakup domestik dan asing, dengan pendekatan yang sangat detail dan granular. Langkah ini dinilai melampaui standar yang berlaku di kawasan regional.

Friderica mengungkapkan bahwa dirinya belum beristirahat sejak kejadian pekan lalu yang memicu volatilitas pasar, termasuk saat IHSG mengalami penurunan setelah pengumuman MSCI. Ia menyebut bahwa kerja keras terus berlanjut tanpa henti, bahkan hingga akhir pekan, berkat dukungan doa dan semangat dari berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa reformasi akan terus dilanjutkan secara konsisten, sejalan dengan penegakan hukum dan perbaikan struktural.

Tujuan utama dari semua langkah ini adalah menjaga kepercayaan investor dan menjaga stabilitas pasar modal secara berkelanjutan. Friderica menegaskan bahwa meskipun terjadi goncangan pasar pada akhir pekan, OJK tetap berkomitmen untuk memastikan sistem yang adil, transparan, dan berkelanjutan. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan, termasuk para investor, untuk tetap percaya bahwa perbaikan sedang berjalan secara sistematis dan tidak tergantung pada tekanan eksternal semata.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya