OKI Minta Kolombia Batalkan Rencana Buka Kedubes di Yerusalem
Organisasi Kerja Sama Islam menyerukan pembatalan rencana Kolombia membuka kedutaan besar di Yerusalem, menilainya melanggar hukum internasional dan resolusi PBB.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengeluarkan pernyataan tegas menolak rencana pemerintah Kolombia membuka kedutaan besar di Yerusalem yang diduduki Israel. Dalam pernyataan resmi pada 16 Juli 2026, OKI menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan bertentangan dengan berbagai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, terutama yang menegaskan status Yerusalem sebagai wilayah yang tidak boleh diubah secara sepihak oleh Israel.
Pihak OKI menekankan bahwa keputusan Kolombia tersebut merupakan penyimpangan dari posisi historis negara tersebut yang selama ini mendukung hak-hak Palestina. Sekretariat Jenderal OKI menilai langkah ini berpotensi merusak hubungan strategis dan kepentingan bersama dengan negara-negara anggota OKI, sebagaimana diatur dalam berbagai dokumen resmi organisasi. Penolakan terhadap rencana tersebut didasarkan pada keberlakuan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 476 dan 478, yang menyatakan bahwa segala tindakan Israel yang mengubah status Yerusalem tidak memiliki kekuatan hukum dan dinyatakan batal demi hukum.
OKI menyerukan agar Kolombia meninjau kembali kebijakan tersebut dan kembali mempertahankan komitmen terhadap solusi dua negara sebagai fondasi perdamaian abadi di kawasan Timur Tengah. Organisasi juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi kebijakan luar negeri Kolombia dengan prinsip-prinsip Piagam PBB dan dokumen-dokumen resolusi internasional terkait status Yerusalem.
Pertemuan antara Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar dengan calon Menteri Luar Negeri Kolombia Omar Bola Escobar di Washington pada 15 Juli 2026 menjadi landasan baru bagi normalisasi hubungan diplomatik. Keduanya menyepakati pemulihan hubungan penuh dan penghapusan persyaratan visa, serta pembukaan kedutaan besar di Yerusalem. Rencana ini muncul setelah Presiden terpilih Kolombia, Abelardo de la Espriella, menjanjikan peningkatan hubungan dengan Israel pasca pelantikannya.
Sebelumnya, Kolombia memutus hubungan diplomatik dengan Israel pada Mei 2024 saat kepemimpinan Presiden Gustavo Petro yang mendukung Palestina. Dengan keputusan baru ini, Kolombia akan menjadi negara kesembilan yang membuka kedutaan besar di Yerusalem, menyusul Amerika Serikat, Guatemala, Honduras, Kosovo, Papua Nugini, Paraguay, Fiji, dan Somaliland. Beberapa negara lain seperti Hungaria, Republik Ceko, dan Slovakia memiliki kantor cabang, bukan kedutaan utama, di kota tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia
Prancis melaporkan kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda, yang menyerang pasien dengan imunodefisiensi berat, menjadi kasus global pertama tanpa risiko kesehatan umum saat ini.
25 Oktober 2026

Widodo AS: Pahlawan Transisi Demokrasi yang Tak Terlupakan
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan warisan penting dalam proses reformasi lembaga negara pasca-Orde Baru.
25 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

