Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Operasi Gabungan Gagalkan Smuggling 1 Ton Ketamine di Perairan Belawan

Tim gabungan Polri, BNN, Bea Cukai, dan Polair berhasil menggagalkan penyelundupan 1 ton narkoba jenis ketamine di perairan Belawan, Sumatera Utara, dengan kapal yang telah diamankan di pelabuhan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 45x dibuka
Operasi Gabungan Gagalkan Smuggling 1 Ton Ketamine di Perairan Belawan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tim gabungan dari Bareskrim Polri, BNN, Bea Cukai, dan Polair Baharkam Polri berhasil mengamankan kapal bermuatan 1 ton narkoba jenis ketamine di perairan Belawan, Sumatera Utara. Operasi ini merupakan bentuk sinergi antarlembaga dalam menangani peredaran narkoba skala besar yang berpotensi merusak stabilitas sosial dan keamanan nasional. Kapal yang diamankan diketahui bernama MT Global 168, yang saat ini telah ditarik dan dikawal menuju Pelabuhan Belawan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kapal beserta muatannya kini berada di bawah pengawasan ketat dari Polair dan Bea Cukai, memastikan tidak ada upaya penyelundupan lanjutan. Seluruh barang bukti narkoba jenis ketamine telah diamankan secara utuh dan siap diserahkan ke lembaga penegak hukum untuk proses hukum. Penyitaan dilakukan tanpa adanya kekerasan, dan kapal telah bersandar secara aman di pelabuhan tanpa kerusakan atau kejadian menonjol lainnya.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Kristian Parluhutan Siagian, membenarkan pengungkapan besar ini dan menegaskan bahwa operasi ini melibatkan Puspom TNI sebagai bagian dari upaya pencegahan lintas sektor. Ia belum merinci detail kronologi pencegatan maupun jumlah tersangka yang diamankan, namun menyatakan bahwa hasil operasi akan disampaikan secara resmi oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto pada Jumat, 23 Oktober 2024.

Pengungkapan ini menegaskan komitmen serius pemerintah dalam memutus jaringan perdagangan narkoba sintetis yang berbahaya dan menyebar luas di wilayah perairan Indonesia. Operasi ini juga menjadi bukti efektivitas kerja sama antarinstansi dalam menangani ancaman narkoba yang tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga lintas negara dan berpotensi menjangkau pasar domestik secara masif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya