Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Orangutan Induk dan Anak Dievakuasi dari Lahan Terbakar di Kalteng

BKSDA Kalteng berhasil menyelamatkan induk dan anak orangutan yang terjebak di atas pohon di kawasan terdampak karhutla, dengan kondisi fisik baik dan tanpa luka bakar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 11.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Orangutan Induk dan Anak Dievakuasi dari Lahan Terbakar di Kalteng
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dan TNI berhasil mengevakuasi dua individu orangutan dari area lahan gambut yang baru terbakar di Jalan Sawit Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Penyelamatan dilakukan setelah anggota TNI melaporkan adanya satu ekor orangutan dewasa yang terjebak di atas pohon di tengah area yang masih terkepung asap dan sisa kebakaran. Laporan diterima pada Rabu (2/9) sekitar pukul 11.00 WIB, dan tim segera bergerak menuju lokasi untuk tindakan penyelamatan.

Proses evakuasi berlangsung selama 47 menit, mulai pukul 21.00 hingga 21.47 WIB, dengan melibatkan pendekatan hati-hati untuk memastikan keselamatan satwa. Kedua individu, yang terdiri dari induk dan anak, berhasil dikeluarkan dari pohon dan dibawa ke lokasi aman untuk pemeriksaan medis. Induk orangutan kemudian diberi nama Raya, sedangkan anak perempuannya bernama Rayu, merujuk pada lokasi penyelamatan. Keduanya kini menjalani observasi lebih lanjut untuk menilai kesiapan kembali ke alam.

Dokter Hewan Ichlasul Khaerul dari Orangutan Foundation International (OFI) menyatakan bahwa kondisi kesehatan Raya dan Rayu secara umum masih baik setelah dievakuasi. Tidak ditemukan luka bakar atau cedera fisik akibat benturan atau patahan pohon. Meski kawasan sekitar terdampak kebakaran, paparan asap dinilai masih rendah dan belum menimbulkan dampak serius. Kondisi aktif dan responsif dari kedua satwa menjadi indikator bahwa paparan asap belum mengganggu fungsi kesehatan secara signifikan.

Induk orangutan Raya diperkirakan berusia sekitar 20 tahun, sementara anaknya Rayu yang berjenis kelamin betina diperkirakan baru berusia sekitar satu tahun. Setelah masa pemulihan, kedua satwa akan dipertimbangkan untuk dilepasliarkan ke kawasan alami, dengan dua lokasi utama yang dipertimbangkan: Taman Nasional Tanjung Puting dan Suaka Margasatwa Lamandau. Proses ini merupakan bagian dari upaya konservasi yang berkelanjutan terhadap spesies langka yang terancam punah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya