Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Otak Lebih Muda dengan Bicara Banyak Bahasa

Studi menemukan penggunaan empat bahasa secara aktif terkait dengan aktivitas otak yang tampak 13 tahun lebih muda dibandingkan yang hanya menguasai satu bahasa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 07.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Otak Lebih Muda dengan Bicara Banyak Bahasa
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penelitian terbaru mengungkap bahwa kemampuan menguasai lebih dari satu bahasa memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan otak, khususnya dalam memperlambat proses penuaan biologis. Temuan ini berdasarkan analisis aktivitas otak pada sekelompok peserta dari wilayah Basque, Spanyol, yang memiliki latar belakang multibahasa. Dari 728 peserta awal, aktivitas neuron diukur menggunakan teknologi deteksi medan magnet, yang kemudian digunakan untuk menentukan usia biologis otak melalui model "jam penuaan otak".

Hasil pengukuran menunjukkan bahwa semakin banyak bahasa yang dikuasai, semakin muda tampak aktivitas otak. Orang yang fasih dalam dua bahasa menunjukkan usia otak yang lebih muda sekitar enam tahun dibandingkan monolingual. Peningkatan ini semakin mencolok pada mereka yang menguasai tiga bahasa, dengan perbedaan hingga tujuh tahun. Puncaknya, individu yang mahir dalam empat bahasa memiliki pola aktivitas otak yang seolah-olah muda 13 tahun lebih dari rata-rata usia biologis.

Para peneliti menekankan bahwa manfaat ini tidak hanya terjadi pada mereka yang bilingual, tetapi lebih dipengaruhi oleh kedalaman penguasaan dan durasi penggunaan bahasa tersebut. Lucia Amoruso, pemimpin penelitian dari Basque Center on Cognition, Brain, and Language, menyatakan bahwa mempelajari bahasa sejak usia dini dan penggunaan bahasa yang konsisten secara aktif berkontribusi besar terhadap kesehatan otak jangka panjang. Ia menyoroti bahwa kompleksitas kognitif yang muncul dari berpindah antar bahasa memberi latihan berkelanjutan bagi otak.

Meskipun kemampuan multibahasa menunjukkan efek protektif terhadap penuaan otak, para ilmuwan tetap menekankan bahwa faktor lain seperti gaya hidup, aktivitas sosial, dan pola tidur juga berperan penting. Penelitian lanjutan akan mengkaji perbedaan efek antara bahasa yang mirip dan yang sangat berbeda, serta bagaimana strategi penggunaan bahasa memengaruhi fungsi kognitif. Seorang ahli dari Universitas Athens menegaskan perlunya mendukung pendidikan bahasa di semua tahap kehidupan, bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai upaya menjaga kesehatan otak secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya