Otak Lebih Muda dengan Bicara Banyak Bahasa
Studi menemukan penggunaan empat bahasa secara aktif terkait dengan aktivitas otak yang tampak 13 tahun lebih muda dibandingkan yang hanya menguasai satu bahasa.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 07.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penelitian terbaru mengungkap bahwa kemampuan menguasai lebih dari satu bahasa memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan otak, khususnya dalam memperlambat proses penuaan biologis. Temuan ini berdasarkan analisis aktivitas otak pada sekelompok peserta dari wilayah Basque, Spanyol, yang memiliki latar belakang multibahasa. Dari 728 peserta awal, aktivitas neuron diukur menggunakan teknologi deteksi medan magnet, yang kemudian digunakan untuk menentukan usia biologis otak melalui model "jam penuaan otak".
Hasil pengukuran menunjukkan bahwa semakin banyak bahasa yang dikuasai, semakin muda tampak aktivitas otak. Orang yang fasih dalam dua bahasa menunjukkan usia otak yang lebih muda sekitar enam tahun dibandingkan monolingual. Peningkatan ini semakin mencolok pada mereka yang menguasai tiga bahasa, dengan perbedaan hingga tujuh tahun. Puncaknya, individu yang mahir dalam empat bahasa memiliki pola aktivitas otak yang seolah-olah muda 13 tahun lebih dari rata-rata usia biologis.
Para peneliti menekankan bahwa manfaat ini tidak hanya terjadi pada mereka yang bilingual, tetapi lebih dipengaruhi oleh kedalaman penguasaan dan durasi penggunaan bahasa tersebut. Lucia Amoruso, pemimpin penelitian dari Basque Center on Cognition, Brain, and Language, menyatakan bahwa mempelajari bahasa sejak usia dini dan penggunaan bahasa yang konsisten secara aktif berkontribusi besar terhadap kesehatan otak jangka panjang. Ia menyoroti bahwa kompleksitas kognitif yang muncul dari berpindah antar bahasa memberi latihan berkelanjutan bagi otak.
Meskipun kemampuan multibahasa menunjukkan efek protektif terhadap penuaan otak, para ilmuwan tetap menekankan bahwa faktor lain seperti gaya hidup, aktivitas sosial, dan pola tidur juga berperan penting. Penelitian lanjutan akan mengkaji perbedaan efek antara bahasa yang mirip dan yang sangat berbeda, serta bagaimana strategi penggunaan bahasa memengaruhi fungsi kognitif. Seorang ahli dari Universitas Athens menegaskan perlunya mendukung pendidikan bahasa di semua tahap kehidupan, bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai upaya menjaga kesehatan otak secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pertama Kali iOS Berhasil Dioperasikan di Ponsel Android
Para pengembang independen berhasil menjalankan iOS 16 di perangkat Android, membuka jalan eksperimen teknis lintas ekosistem tanpa dukungan resmi dari Apple.
26 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026

Adegan Pernikahan Chandler Bing Menggambarkan Harapan Terdalam Perry
Keluarga Matthew Perry mengungkapkan kesedihan mendalam saat menyaksikan adegan pernikahan Chandler dan Monica, yang mencerminkan keinginan abang mereka untuk memiliki keluarga di tengah perjuangan melawan kecanduan.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Barcelona Gagal Ukir Rekor 10 Kemenangan Beruntun di El Clasico
Senin, 26 Oktober 2026, 15.28 WITA

Anak Disabilitas di Surabaya Meninggal Akibat Perundungan, Orang Tua Desak Peninjauan Ulang Hukum
Senin, 26 Oktober 2026, 15.28 WITA

Mahasiswa Gulingkan Pemerintahan Vučić dalam Pemilu Sela
Senin, 26 Oktober 2026, 15.27 WITA

Lula Menang Pemilu Brasil, Cetak Sejarah Kedua Kali Dalam Sejarah
Senin, 26 Oktober 2026, 15.27 WITA
Demonstrasi Ricuh di Barcelona, 100 Orang Ditangkap
Senin, 26 Oktober 2026, 15.27 WITA
Aksi Damai Paris Berujung Kerusuhan Massal
Senin, 26 Oktober 2026, 15.26 WITA

Lula Kembali Jadi Presiden Brasil, Torehkan Sejarah Empat Periode
Senin, 26 Oktober 2026, 15.25 WITA

Yordania Bekuk Tiga Tersangka Penembakan Gereja Karak
Senin, 26 Oktober 2026, 15.24 WITA

