Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

P2MI Ungkap 7.908 Lowongan Kerja Fiktif di Medsos

Kementerian P2MI melaporkan penurunan 7.908 iklan lowongan kerja fiktif luar negeri sejak Januari hingga Agustus 2026, dengan upaya terus-menerus memantau dan menindak konten berbahaya di ruang digital.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 15.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
P2MI Ungkap 7.908 Lowongan Kerja Fiktif di Medsos
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap iklan pekerjaan di luar negeri yang beredar di media sosial dan platform digital. Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, menegaskan bahwa banyak dari lowongan tersebut disusun secara menarik namun sebenarnya merupakan modus penipuan yang berpotensi membawa calon pekerja ke jalur nonprosedural dan berisiko tinggi. Ia menyebut unit Patroli Siber telah aktif mengidentifikasi dan melaporkan konten berbahaya tersebut.

Sejak 1 Januari hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 7.908 iklan lowongan kerja fiktif telah berhasil ditarik dari platform digital. Angka ini mencakup 78 persen dari total 10.504 laporan yang diterima oleh Komdigi, menunjukkan tingkat keparahan yang signifikan dalam penyebaran informasi menyesatkan. Proses takedown dilakukan dengan kolaborasi langsung dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, yang kemudian menindaklanjuti melalui penutupan tautan dan akun terkait.

Christina menekankan bahwa penindakan tidak berhenti setelah satu tautan dihapus. Ia menyampaikan bahwa modus serupa sering muncul kembali melalui akun atau tautan baru, sehingga diperlukan pemantauan berkelanjutan. “Satu takedown hari ini, besok bisa muncul lagi. Ini pekerjaan yang harus terus dilakukan tanpa henti,” ujarnya. Ia memperingatkan masyarakat agar tidak tergoda oleh tawaran kerja luar negeri yang terlalu menggiurkan tanpa prosedur jelas atau persiapan formal.

Upaya pencegahan juga dilakukan secara fisik di wilayah perbatasan dan bandara internasional. Hingga Juli 2026, sebanyak 6.668 calon pekerja migran nonprosedural berhasil dicegah keberangkatannya, terutama di daerah strategis seperti Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Utara, dan Bandara Soekarno-Hatta. Masyarakat juga didorong untuk melaporkan dugaan penipuan melalui layanan hotline, WhatsApp, website resmi, atau kunjungan langsung ke kantor Kementerian dan BP3MI.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya