Pagar Sarang Lebah Jadi Strategi Alami Cegah Konflik Gajah-Manusia
TNWK terapkan pagar sarang lebah sebagai solusi berkelanjutan kurangi interaksi negatif gajah dengan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 11.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah konservasi di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) kini menggandeng pendekatan alam untuk menekan konflik antara gajah Sumatera dan warga sekitar. Salah satu inovasi utamanya adalah pemasangan pagar sarang lebah di batas kawasan konservasi. Pendekatan ini dirancang berdasarkan respons alami gajah terhadap dengungan dan sengatan lebah, tanpa menimbulkan ancaman serius terhadap satwa.
Upaya ini dipimpin oleh Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera TNWK, yang menyatakan bahwa solusi berbasis ekosistem menjadi kunci mengatasi masalah yang telah berlangsung lebih dari empat dekade. Menurut perwakilan komite, langkah ini merupakan bagian dari strategi terpadu yang menggabungkan teknologi, konservasi komunitas, dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak.
Pagar sarang lebah tidak hanya berfungsi sebagai penghalang fisik, tetapi juga memanfaatkan insting alam gajah. Suara dengungan dan sensasi sengatan lebah cukup untuk membuat gajah menghindari area yang dipagari, sehingga mengurangi kemungkinan masuk ke lahan pertanian warga. Metode ini telah terbukti efektif di wilayah Afrika dan kini diadaptasi sesuai kondisi iklim dan ekosistem Indonesia.
Selain menjaga keseimbangan ekosistem, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pengembangan budi daya lebah madu lokal, khususnya jenis *Apis cerana*, diprioritaskan karena cocok dengan iklim tropis dan mampu beradaptasi di lingkungan perkebunan. Hasil dari kegiatan ini tidak hanya berupa madu, tetapi juga mendukung penyerbukan tanaman, yang berdampak langsung pada produktivitas pertanian.
Dengan pendekatan ini, TNWK menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pelestarian alam. Melalui kegiatan yang selaras dengan lingkungan, warga tidak hanya menjadi penjaga kawasan, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi langsung. Dengan begitu, konflik antara manusia dan gajah dapat diminimalkan secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Program Pengawal Energi 2026 Siap Perkuat Penyaluran BBM di 3.679 SPBU
Pemerintah meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk meningkatkan pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan penugasan di seluruh Indonesia melalui penempatan petugas berintegritas.
25 Oktober 2026

Data Center Skala Besar Diminta Mandiri Energi dan Air
Proyek data center besar di Indonesia, terutama yang mendukung kecerdasan buatan, diminta membangun sumber energi dan sistem air mandiri untuk menjaga keseimbangan pasokan nasional.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 digelar malam hari di Pantai Marina Boom dengan konsep glow in the dark, menggabungkan seni tradisi dan teknologi modern untuk menarik generasi muda.
25 Oktober 2026

Program Pengawal Energi 2026 Diluncurkan untuk Perkuat Pengawasan BBM
Pemerintah resmi meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dan penugasan di 3.679 SPBU melalui pemberdayaan putra-putri daerah.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

