Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pajero Kembali Hadir Setelah Diam Hampir Dua Dekade

Mitsubishi menghadirkan generasi kelima Pajero secara global setelah hampir 20 tahun tak muncul, menandai kebangkitan ikonik SUV berbasis frame.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 17.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pajero Kembali Hadir Setelah Diam Hampir Dua Dekade
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Setelah absen selama lebih dari satu dekade, Mitsubishi resmi memperkenalkan generasi kelima Pajero dalam peluncuran global di Jepang, menandai kembalinya model ikonik yang sempat dinyatakan tutup usia. Mobil ini merupakan hasil pengembangan penuh pertama sejak versi terakhir dirilis pada 2006, menggambarkan komitmen perusahaan untuk memperkuat posisi di segmen SUV off-road berbasis body-on-frame. Kehadiran kembali Pajero disebut sebagai salah satu momen paling signifikan dalam sejarah otomotif Jepang belakangan ini.

Perjalanan pengembalian model ini berlangsung hampir sepuluh tahun, diwarnai berbagai tantangan internal. Setelah krisis keuangan dan skandal penggunaan bahan bakar, Mitsubishi menjalani restrukturisasi besar dan bergabung dalam aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi. Dalam kondisi sumber daya terbatas, perusahaan memilih fokus pada model laris seperti Xpander, Outlander, dan Triton, sehingga proyek Pajero terus tertunda. Pada 2021, produksi Pajero Final Edition di pabrik Jepang secara resmi dihentikan, memperkuat anggapan bahwa warisan tersebut telah berakhir.

Namun, tren pasar global yang kembali memfavoritkan SUV off-road, terutama di Asia Tenggara dan Australia, mendorong perubahan strategi. Di Vietnam, misalnya, Pajero pernah menjadi simbol kemewahan dan ketangguhan pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, banyak digunakan oleh instansi pemerintah dan korporasi besar. Keunggulan seperti ground clearance tinggi, mesin diesel efisien, dan sistem penggerak canggih menjadikannya pilihan utama di medan berat.

Meski memiliki reputasi kuat, penjualan Pajero pasca-kejayaan menurun drastis. Harga tinggi akibat impor utuh dari Jepang, ditambah pergeseran preferensi konsumen ke SUV kota yang lebih ringan dan hemat bahan bakar, membuat pasar semakin sempit. Kembalinya Pajero kali ini tidak hanya menandai kembalinya model legendaris, tetapi juga respons strategis terhadap permintaan pasar yang kembali terbuka untuk kendaraan dengan kapasitas off-road tinggi dan ketahanan ekstrem.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya