Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pasar Mobil China Tertekan Meski Rilis 3 Model Harian

Penjualan mobil domestik China turun tajam di semester pertama 2026, meski rata-rata 3,6 model baru diluncurkan setiap hari, menunjukkan tekanan permintaan dan kenaikan biaya produksi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 19.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pasar Mobil China Tertekan Meski Rilis 3 Model Harian
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasar otomotif Tiongkok mengalami penurunan signifikan pada semester I 2026, meski ritme peluncuran model baru tetap tinggi—rata-rata 3,6 unit per hari sejak Januari hingga Mei. Data yang dikutip dari unggahan pejabat BYD He Zhiqi menunjukkan 542 model telah dirilis, mencakup baik kendaraan listrik maupun bermesin bensin. Unggahan tersebut menggambarkan dinamika pasar yang intens, di mana bahkan investasi besar dan waktu pengembangan panjang tidak menjamin daya tahan penjualan hingga tiga bulan.

Kondisi ini terjadi di tengah penurunan penjualan mobil domestik secara keseluruhan, turun 21 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, sementara penjualan kendaraan listrik (NEV) juga merosot 13 persen. Faktor utama termasuk penurunan permintaan rumah tangga yang sudah memiliki kendaraan, serta pengurangan insentif pajak untuk pembelian mobil listrik. Bahkan produsen terbesar seperti BYD mengalami penurunan penjualan mobil baru sebesar 16 persen hingga Juni, dengan penjualan mobil listrik turun 15 persen menjadi 860 ribu unit.

Tekanan finansial terasa di berbagai perusahaan. Great Wall Motor memperkirakan laba bersih turun hingga 60 persen, Seres Group melaporkan kerugian bersih, sementara Guangzhou Automobile Group (GAC) melihat kerugiannya melebar. Kenaikan biaya komponen seperti baterai dan semikonduktor menjadi beban tambahan yang menyulitkan kinerja operasional. Fenomena peluncuran massal model baru, seperti delapan merek yang merilis produk pada 16 Juli—termasuk Great Wall dan Leapmotor—dijuluki "Kamis Gila" oleh media lokal, menggambarkan persaingan yang semakin tajam.

Namun, kondisi ini berbeda dengan tren 2025, ketika penjualan NEV tumbuh 30 persen menjadi 16,49 juta unit, termasuk ekspor. Pada tahun tersebut, kendaraan listrik mencatat pertumbuhan 38 persen, mencapai 10,62 juta unit atau 31 persen dari total penjualan. Di tingkat merek, BYD tetap memimpin dengan pangsa pasar 23 persen berdasarkan pengiriman pabrik, disusul Geely (13 persen) dan SAIC Motor (12 persen).

William Li, pendiri dan CEO Nio, menegaskan bahwa pasar domestik belum menunjukkan tanda pemulihan pada paruh kedua tahun ini. Menurutnya, banyak rumah tangga sudah memiliki satu kendaraan, sehingga permintaan baru terbatas. Ia menilai industri kini berada di fase baru, di mana inovasi dan efisiensi jauh lebih penting daripada sekadar jumlah peluncuran model.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya