Pasar Mobil China Tertekan Meski Rilis 3 Model Harian
Penjualan mobil domestik China turun tajam di semester pertama 2026, meski rata-rata 3,6 model baru diluncurkan setiap hari, menunjukkan tekanan permintaan dan kenaikan biaya produksi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 19.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pasar otomotif Tiongkok mengalami penurunan signifikan pada semester I 2026, meski ritme peluncuran model baru tetap tinggi—rata-rata 3,6 unit per hari sejak Januari hingga Mei. Data yang dikutip dari unggahan pejabat BYD He Zhiqi menunjukkan 542 model telah dirilis, mencakup baik kendaraan listrik maupun bermesin bensin. Unggahan tersebut menggambarkan dinamika pasar yang intens, di mana bahkan investasi besar dan waktu pengembangan panjang tidak menjamin daya tahan penjualan hingga tiga bulan.
Kondisi ini terjadi di tengah penurunan penjualan mobil domestik secara keseluruhan, turun 21 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, sementara penjualan kendaraan listrik (NEV) juga merosot 13 persen. Faktor utama termasuk penurunan permintaan rumah tangga yang sudah memiliki kendaraan, serta pengurangan insentif pajak untuk pembelian mobil listrik. Bahkan produsen terbesar seperti BYD mengalami penurunan penjualan mobil baru sebesar 16 persen hingga Juni, dengan penjualan mobil listrik turun 15 persen menjadi 860 ribu unit.
Tekanan finansial terasa di berbagai perusahaan. Great Wall Motor memperkirakan laba bersih turun hingga 60 persen, Seres Group melaporkan kerugian bersih, sementara Guangzhou Automobile Group (GAC) melihat kerugiannya melebar. Kenaikan biaya komponen seperti baterai dan semikonduktor menjadi beban tambahan yang menyulitkan kinerja operasional. Fenomena peluncuran massal model baru, seperti delapan merek yang merilis produk pada 16 Juli—termasuk Great Wall dan Leapmotor—dijuluki "Kamis Gila" oleh media lokal, menggambarkan persaingan yang semakin tajam.
Namun, kondisi ini berbeda dengan tren 2025, ketika penjualan NEV tumbuh 30 persen menjadi 16,49 juta unit, termasuk ekspor. Pada tahun tersebut, kendaraan listrik mencatat pertumbuhan 38 persen, mencapai 10,62 juta unit atau 31 persen dari total penjualan. Di tingkat merek, BYD tetap memimpin dengan pangsa pasar 23 persen berdasarkan pengiriman pabrik, disusul Geely (13 persen) dan SAIC Motor (12 persen).
William Li, pendiri dan CEO Nio, menegaskan bahwa pasar domestik belum menunjukkan tanda pemulihan pada paruh kedua tahun ini. Menurutnya, banyak rumah tangga sudah memiliki satu kendaraan, sehingga permintaan baru terbatas. Ia menilai industri kini berada di fase baru, di mana inovasi dan efisiensi jauh lebih penting daripada sekadar jumlah peluncuran model.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


