PBB Kurangi Bantuan Pangan Gaza Akibat Kekurangan Dana
Program Pangan Dunia PBB memangkas bantuan pangan untuk 500 ribu warga Gaza karena krisis pendanaan, menyebabkan penurunan jumlah penerima dan jatah makanan secara signifikan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa mengurangi cakupan bantuan pangan di Jalur Gaza akibat kekurangan dana, menurunkan jumlah penerima dari 1,6 juta menjadi 1,1 juta orang. Penyesuaian ini dilakukan menyusul meningkatnya ancaman kerawanan pangan, khususnya menjelang musim dingin. Dalam pernyataan resmi, WFP menyatakan bahwa setiap keluarga yang masih menerima bantuan kini hanya mendapat satu paket makanan, berkurang dari dua paket sebelumnya, serta satu kantong kecil tepung terigu sebagai pengganti.
Kemunduran distribusi juga mencakup porsi makanan siap santap yang disediakan setiap hari, turun dari 250 ribu menjadi 150 ribu porsi. Bagi keluarga yang tinggal di wilayah terpencil atau sulit diakses—termasuk daerah dekat "garis kuning" yang dikuasai militer Israel—bantuan kini diberikan hanya sekali dalam dua hari, berbeda dari sebelumnya yang setiap hari. Selain itu, nilai bantuan tunai bagi 75 ribu keluarga juga dikurangi secara drastis.
WFP menegaskan bahwa kondisi gizi masyarakat Gaza semakin memburuk, dengan diperkirakan 1,4 juta orang—setara 67 persen dari total populasi—mengalami kerawanan pangan tingkat krisis atau lebih parah. Sekitar 200 ribu orang berada dalam kondisi darurat, membutuhkan bantuan segera untuk mencegah kematian akibat kelaparan. Data menunjukkan hanya satu dari lima anak di Gaza yang menerima makanan dengan keragaman gizi yang memadai.
Kondisi ekonomi yang stagnan, dengan tingkat pengangguran yang melampaui 80 persen, memperparah keterbatasan akses terhadap pangan bergizi. WFP memperingatkan bahwa ketahanan pangan pasca-gencatan senjata pada Oktober 2025 tetap rapuh dan berpotensi kembali memburuk jika bantuan kemanusiaan terus terhambat. Di Tepi Barat yang diduduki, jumlah penerima bantuan juga dipangkas setengahnya, dari 400 ribu menjadi 200 ribu orang.
Untuk menjaga operasi bantuan penting di Gaza dan Tepi Barat hingga Maret 2027, WFP menilai dibutuhkan dana sebesar US$450 juta atau sekitar Rp8,11 triliun. Tanpa pendanaan tambahan, risiko krisis kemanusiaan yang lebih luas akan sulit dihindari.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

