Pelajar Diajak Pahami Energi Bersih di PLTA Saguling
Belasan pelajar SMA dari berbagai daerah mengikuti edukasi lapangan di PLTA Saguling untuk memahami operasional energi terbarukan dan komitmen lingkungan korporat.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 20.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menggelar kunjungan edukatif langsung ke Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling, Kabupaten Bandung Barat, dalam rangka memperkuat kesadaran generasi muda terhadap energi bersih dan keberlanjutan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program KELANA (Kenali Lingkungan Barang Anak Muda), yang melibatkan siswa SMA pilihan dari berbagai wilayah. Dalam kunjungan hari kedua, peserta diajak menelusuri berbagai area kritis seperti waduk, bendungan, intake, hingga pusat kendali pembangkit, dengan pendampingan langsung Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Titiasari Kosasieputri.
PLTA Saguling, yang telah beroperasi sejak 1985, memiliki kapasitas terpasang 4 x 75 Megawatt dan menjadi salah satu penopang utama pasokan listrik di Pulau Jawa, Madura, dan Bali. Dalam perjalanannya, fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi terbarukan, tetapi juga menjadi contoh praktis dalam pengelolaan lingkungan. Peserta menyaksikan secara langsung bagaimana aliran air diubah menjadi energi listrik melalui turbin yang berputar hingga 333 kali per menit di dalam struktur intake, bukan di bawah waduk secara langsung.
Bobby Setiawan, peserta KELANA dari SMAN 86 Jakarta, mengungkapkan kekagumannya terhadap kompleksitas sistem yang berjalan di balik layar. Ia menyebut pengalaman melihat turbin dan sistem intake secara langsung memberikan pemahaman mendalam tentang proses konversi energi. “Kita belajar langsung bagaimana aliran air diubah menjadi listrik, dan ternyata ada tempat khusus untuk turbin yang tidak berada di bawah waduk. Ini pengalaman yang tak terlupakan,” ujarnya. Kunjungan ini dirancang agar peserta tidak hanya mengenal teknologi, tetapi juga memahami keterkaitan antara energi dan pelestarian ekosistem.
Perwakilan PLN IP UBP Saguling, Rio Ghulam, menyampaikan bahwa PLTA Saguling telah menerapkan berbagai program lingkungan berkelanjutan, termasuk PROPER, yang mencakup pengelolaan air, penurunan pencemaran, pelestarian keanekaragaman hayati, serta pengolahan limbah B3 dan non-B3. Ia menilai program KELANA sebagai langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini. “Kami mengapresiasi upaya KLH/BPLH yang melibatkan generasi muda secara aktif. Harapannya, pengalaman ini tidak hanya menjadi kenangan, tapi juga memicu aksi nyata dalam menjaga lingkungan,” kata Rio.
Victoria Titiasari Kosasieputri menekankan pentingnya edukasi lapangan dalam membentuk pemahaman yang mendalam. Ia menyebut melihat sistem turbin berputar dan mengunjungi pusat kendali memberikan pengalaman yang sulit didapatkan dari buku atau media digital. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peserta untuk menjadi agen perubahan dalam penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor energi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Periklindo Dorong Insentif Hybrid untuk Dukung Transisi Energi
Periklindo mendukung pemberian insentif nonfiskal bagi mobil hybrid sebagai bagian dari upaya percepatan transisi energi nasional dan pengurangan emisi.
26 Oktober 2026

Badai Musim Gugur Hantam Eropa, Listrik Padam dan Transportasi Terhenti
Badai Boelo dan Austen melanda Eropa utara dalam 24 jam, menyebabkan kematian, pemadaman listrik massal, dan gangguan transportasi di Inggris, Prancis, Jerman, serta wilayah Belanda dan Belgia.
26 Oktober 2026

Stok Beras Nasional Cukup hingga Juli-Agustus 2027
Pemerintah memastikan ketersediaan beras aman hingga 10 bulan ke depan, dengan total pasokan mencapai 25 juta ton tanpa impor selama dua tahun terakhir.
26 Oktober 2026

Protes Massal di Praha Tuntut Perlindungan Independensi Media
Ribuan warga turun ke jalan Praha menolak RUU perombakan pendanaan media publik yang dinilai mengancam kemerdekaan jurnalisme dan memperbesar pengaruh politik.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

