Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pelajar Diajak Pahami Energi Bersih di PLTA Saguling

Belasan pelajar SMA dari berbagai daerah mengikuti edukasi lapangan di PLTA Saguling untuk memahami operasional energi terbarukan dan komitmen lingkungan korporat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 20.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pelajar Diajak Pahami Energi Bersih di PLTA Saguling
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menggelar kunjungan edukatif langsung ke Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling, Kabupaten Bandung Barat, dalam rangka memperkuat kesadaran generasi muda terhadap energi bersih dan keberlanjutan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program KELANA (Kenali Lingkungan Barang Anak Muda), yang melibatkan siswa SMA pilihan dari berbagai wilayah. Dalam kunjungan hari kedua, peserta diajak menelusuri berbagai area kritis seperti waduk, bendungan, intake, hingga pusat kendali pembangkit, dengan pendampingan langsung Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Titiasari Kosasieputri.

PLTA Saguling, yang telah beroperasi sejak 1985, memiliki kapasitas terpasang 4 x 75 Megawatt dan menjadi salah satu penopang utama pasokan listrik di Pulau Jawa, Madura, dan Bali. Dalam perjalanannya, fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi terbarukan, tetapi juga menjadi contoh praktis dalam pengelolaan lingkungan. Peserta menyaksikan secara langsung bagaimana aliran air diubah menjadi energi listrik melalui turbin yang berputar hingga 333 kali per menit di dalam struktur intake, bukan di bawah waduk secara langsung.

Bobby Setiawan, peserta KELANA dari SMAN 86 Jakarta, mengungkapkan kekagumannya terhadap kompleksitas sistem yang berjalan di balik layar. Ia menyebut pengalaman melihat turbin dan sistem intake secara langsung memberikan pemahaman mendalam tentang proses konversi energi. “Kita belajar langsung bagaimana aliran air diubah menjadi listrik, dan ternyata ada tempat khusus untuk turbin yang tidak berada di bawah waduk. Ini pengalaman yang tak terlupakan,” ujarnya. Kunjungan ini dirancang agar peserta tidak hanya mengenal teknologi, tetapi juga memahami keterkaitan antara energi dan pelestarian ekosistem.

Perwakilan PLN IP UBP Saguling, Rio Ghulam, menyampaikan bahwa PLTA Saguling telah menerapkan berbagai program lingkungan berkelanjutan, termasuk PROPER, yang mencakup pengelolaan air, penurunan pencemaran, pelestarian keanekaragaman hayati, serta pengolahan limbah B3 dan non-B3. Ia menilai program KELANA sebagai langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini. “Kami mengapresiasi upaya KLH/BPLH yang melibatkan generasi muda secara aktif. Harapannya, pengalaman ini tidak hanya menjadi kenangan, tapi juga memicu aksi nyata dalam menjaga lingkungan,” kata Rio.

Victoria Titiasari Kosasieputri menekankan pentingnya edukasi lapangan dalam membentuk pemahaman yang mendalam. Ia menyebut melihat sistem turbin berputar dan mengunjungi pusat kendali memberikan pengalaman yang sulit didapatkan dari buku atau media digital. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peserta untuk menjadi agen perubahan dalam penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor energi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya